Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Turkish Airlines: 2020 Tahun Penuh Tantangan Penerbangan

Jumat 01 Jan 2021 16:33 WIB

Red: Nur Aini

Tahun 2020 telah menjadi tahun paling menantang dalam sejarah penerbangan, kata Ilker Ayci, CEO maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, pada Kamis (31/12)

Tahun 2020 telah menjadi tahun paling menantang dalam sejarah penerbangan, kata Ilker Ayci, CEO maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, pada Kamis (31/12)

Industri penerbangan sangat merasakan dampak negatif pandemi

 

REPUBLIKA.CO.ID, ANAKRA -- Tahun 2020 telah menjadi tahun paling menantang dalam sejarah penerbangan, kata Ilker Ayci, CEO maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, pada Kamis (31/12)

"2020 akan menjadi era yang tak terlupakan untuk waktu yang lama karena pandemi Covid-19, yang sudah dianggap sebagai krisis global terbesar sejak Perang Dunia II," kata Ayci dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Pada 2021, industri penerbangan yang sangat merasakan dampak negatif pandemi akan berusaha mengembalikan upaya mereka sebelum 2020, kata dia.

Ayci mengatakan Turkish Airlines melakukan hubungan secara dekat dengan otoritas internasional selama periode pandemi, dan maskapai penerbangan beradaptasi dengan cepat terhadap transformasi digital dengan menerapkan berbagai tindakan untuk melindungi masyarakat.

Pandemi Covid-19, yang awalnya muncul di China pada Desember 2019, telah menyebar ke seluruh dunia dan sangat memengaruhi aktivitas ekonomi, terutama pariwisata, penerbangan, dan manufaktur.

Turki mengambil beberapa langkah antisipasi untuk membendung penyebaran virus, termasuk menangguhkan penerbangan.

Turkish Airlines, didirikan pada 1933, memiliki armada 363 pesawat (penumpang dan kargo) yang terbang ke 319 tujuan di 127 negara.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/turki/turkish-airlines-2020-tahun-penuh-tantangan-dalam-sejarah-penerbangan/2095348
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA