Jumat 01 Jan 2021 13:44 WIB

Mentan SYL: Bersyukur dan Kerja Lebih Giat Lagi

di masa pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyelenggarakan Doa dan Dzikir bersama jajaran Kementerian Pertanian di Kediaman, Komplek Widya Chandra Senayan, Jakarta, Kamis malam (31/12).   Mentan SYL menyampaikan rasa syukur atas kinerja dan capaian positif yang telah dicapai Kementan dalam kurun waktu satu tahun pertama kepemimpinannya
Foto: istimewa
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyelenggarakan Doa dan Dzikir bersama jajaran Kementerian Pertanian di Kediaman, Komplek Widya Chandra Senayan, Jakarta, Kamis malam (31/12). Mentan SYL menyampaikan rasa syukur atas kinerja dan capaian positif yang telah dicapai Kementan dalam kurun waktu satu tahun pertama kepemimpinannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyelenggarakan Doa dan Dzikir bersama jajaran Kementerian Pertanian di Kediaman, Komplek Widya Chandra Senayan, Jakarta, Kamis malam (31/12). 

Mentan SYL menyampaikan rasa syukur atas kinerja dan capaian positif yang telah dicapai Kementan dalam kurun waktu satu tahun pertama kepemimpinannya.  "Tentunya, apa yang kita lakukan dan semua capaian yang ada tidak lepas dari kehendak dan ridho Allah Swt," ungkap Mentan SYL dalam sambutannya selepas melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah. 

Dari kediaman dinasnya, pria yang akrab disapa Komandan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama bekerja untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia.

Selain itu, apresiasi tinggi juga ditujukannya kepada seluruh para petani, penyuluh dan pemerintah daerah yang terus bersinergi, berkolaborasi mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern. 

"Alhamdulillah, sepanjang 2020, 11 bahan pokok dasar, secara umum masih bisa kita amankan. Sesuai arahan Bapak Presiden, sampai dua tahun ke depan, khusus kebutuhan beras, sudah dipersiapkan," katanya. 

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa di masa pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional, oleh karena itu, untuk menjawab harapan masyarakat, jajaran Kementan harus lebih  profesional dengan meningkatkan kinerja sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. 

Seperti diketahui bersama kondisi perekonomian global tengah dihantam akibat pandemi covid-19 yang juga  berimbas pada kondisi perekonomian Indonesia yang membuat semua sektor terkontraksi dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada  triwulan III minus 3,54 persen, akan tetapi PDB  Sektor pertanian mampu tumbuh positif sebesar  16,24 persen pada triwulan II dan sebesar 2,15 persen pada Triwulan III.

"Prestasi dan capaian di tahun 2020 adalah reflkesi, jangan cepat membuat kita berpuas diri. Ini harus kita syukuri dengan terus bekerja keras dan niatkan sebagai ibadah. Yang pasti, tantangan di tahun 2021 akan lebih hebat," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement