Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Eks Gelandang Arsenal Dukung Arteta Soal Oezil

Jumat 01 Jan 2021 13:30 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Gelandang Arsenal, Mesut Oezil.

Gelandang Arsenal, Mesut Oezil.

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Mantan gelandang Arsenal Liam Brady menyalahkan Ivan Gazidis soal Oezil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan gelandang Arsenal Liam Brady mendukung keputusan pelatih Mikel Arteta untuk masalah Mezut Oezil. Sebaliknya Brady justru menyalahkan mantan kepala eksekutif the Gunners, Ivan Gazidis. Gazidis dinilai membuat kesalahan dengan tidak mengizinkan Oezil meninggalkan klub dengan status bebas transfer tiga tahun lalu.

Oezil, yang bergabung dengan Arsenal dari Real Madrid pada September 2013, telah dibekukan oleh Arteta musim ini. Oezil tampaknya tidak akan bermain untuk Arsenal saat dia memasuki beberapa bulan terakhir kontraknya saat ini.

Mantan pemain internasional Jerman itu tidak merumput sejak Maret 2020 dan tidak disertakan dalam skuat Arsenal di Liga Primer Inggris atau Liga Europa pada musim ini. Meskipun Arteta selalu menegaskan keputusannya untuk membekukan Oezil karena alasan sepak bola, banyak pendukung Arsenal terkejut dengan keputusan pelatih asal Spanyol itu. Terutama ketika klub sedang berjuang dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga

Namun, keputusan Arteta bertahan dan tidak mengizinkan Oezil kembali ke lapangan telah dipuji oleh Brady, yang bermain untuk The Gunners antara 1973 dan 1980. 

"Saya tidak menyalahkan Arteta atas Ozil," kata Brady pada podcast Keys and Grey, dikutip dari Football London, Jumat (1/1). "Dia memberi Oezil banyak peluang dan dia tampil selama beberapa bulan. Dia bukan orang baik di ruang ganti, dia bukan orang baik di lapangan. Saya tidak punya masalah dengan Mikel yang membekukannya," kata Brady.

Dengan karier Oezil di Arsenal akan berakhir hanya dalam beberapa bulan, Brady mengecam mantan kepala eksekutif Arsenal, Gazidis, atas keputusannya tidak melepas Oezil beberapa tahun lalu ketika dia memiliki kesempatan.

Meskipun Arsenal bisa kehilangan uang karena melepas Oezil dengan status agen bebas, Brady menunjukkan fakta bahwa uang yang telah dihabiskan klub untuk gaji Oezil sejak itu dapat digunakan untuk menambah pemain baru ke skuad.

"Gazidis seharusnya membiarkannya pergi dengan gratis tiga tahun lalu dan kita seharusnya menghabiskan apa yang kita bayarkan kepadanya selama tiga tahun, 50 juta poundsterling? Kita dapat berinvestasi pada pemain muda yang baik daripada memilikinya," ujar Brady.

Ozil terakhir kali bermain untuk klub pada Sabtu, 7 Maret 2020, tampil dalam kemenangan 1-0 atas West Ham United. Secara total, gelandang serang ini telah mencatatkan 254 penampilan di semua kompetisi untuk the Gunners, mencetak 44 gol dan mencatatkan 77 assist. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA