Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Komitmen BUMN Sediakan Ragam Jenis Vaksin Covid-19

Rabu 30 Dec 2020 20:47 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik kesepakatan holding BUMN farmasi dengan produsen vaksin, Novavax dan AstraZeneca. (ilustrasi)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik kesepakatan holding BUMN farmasi dengan produsen vaksin, Novavax dan AstraZeneca. (ilustrasi)

Foto: EPA
Novavax dan AstraZeneca berkomitmen memberikan masing-masing 50 juta dosis vaksin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik kesepakatan holding BUMN farmasi dengan produsen vaksin, Novavax dan AstraZeneca, yang berkomitmen memberikan masing-masing 50 juta dosis vaksin kepada Indonesia.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan Kementerian BUMN sejak awal pandemi secara konsisten berkomitmen mendukung upaya pemulihan kesehatan dengan mengggerakan BUMN untuk bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Hari ini kita bersyukur dan menyambut baik kesepakatan Novavax dengan Indo Farma, lalu Bio Farma dengan AstraZeneca yang merupakan tonggak penting untuk mengamankan ketersediaan dan keragaman akses vaksin di Indonesia," ujar Pahala dalam jumpa pers virtual mengenai perkembangan vaksin Covid-19 pada Rabu (30/12).

Pahala menilai penandatanganan ini menunjukan industri farmasi, pemerintah, dan lembaga Internasional, telah bahu-membahu dan bergerak cepat dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadirkan vaksin yang menjadi harapan untuk mengakhiri pandemi.

Pahala menyampaikan Kementerian BUMN juga terus bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri sehingga nantinya bisa melakukan standarisasi manajemen klinis dan tempat tidur di rumah sakit milik BUMN maupun rumah sakit lainnya.

"Menteri Erick bersama Wamen dan Menlu terlibat langsung membuka akses dalam memastikan komitmen perusahaan farmasi untuk menyediakan vaksin yang bukan hanya cukup jumlahnya tapi juga beragam," ucap Pahala.

Pahala juga mengapresiasi pemberian sertifikasi cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari BPOM kepada Bio Farma. Pahala menilai pemberian sertifikasi CPOB merupakan pengakuan terhadap kesiapan, komitmen, dan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin covid-19.

"Kami berharap kerja sama yang dilakukan Kementerian BUMN dengan seluruh BUMN bisa memberikan harapan baru karena adanya vaksin merupakan awal dari harapan untuk menyongsong 2021 yang lebih baik," kata Pahala menambahkan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA