Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Terapkan Prokes, Dua Restoran di Depok Raih Penghargaan

Rabu 30 Dec 2020 17:05 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita.

Foto: Dok Pemkot Depok
Masyarakat tak perlu khawatir keamanan dan kebersihan penyajian makanan di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dua restoran cepat saji di Kota Depok, Jawa Barat, yakni Sushi Tei dan Bumi Sampireun mendapatkan penghargaan karena telah menjalankan protokol pencegahan dan pengendalian virus corona (Covid-19) dengan baik. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Kedua restoran tersebut juga sebagai Tempat Pengolahan Pangan (TPP) yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, di Balai Kota Depok, Rabu (30/12).

Novarita menambahkan, pihaknya mengapresiasi kedua restoran tersebut karena telah menjalankan prokes dengan baik. "Kami sangat apresiasi dua restoran ini karena penerapan protokolnya baik. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan keamanan, kenyamanan, dan kebersihan penyajian makanan," jelas dia.

Asisten Manajer Jaminan Kualitas Sushi Tei Depok, Levi Annisa mengatakan, sejak awal masa pandemi Covid-19, pihaknya sudah berkomitmen menerapkan protokol kesehatan bagi pegawai dan pengunjung. Mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga membatasi jumlah pengunjung sebesar 50 persen.

Kemudian, memberi pembatas pada tempat pengambilan makanan, dan para pengunjung juga dapat melihat suhu tubuh pegawai Sushi Tei dari layar televisi yang disediakan. "Kami pastikan pengunjung akan nyaman karena kondisi tubuh seluruh pegawai dalam keadaan baik," tuturnya.

Unit Manager restoran Bumi Sampireun Depok, Ade Gunawan menjelaskan, selain protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah, pihaknya juga rutin menggelar rapid test untuk pegawai. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh pegawai bebas dari paparan Covid-19.

"Semuanya dilakukan, yang utama untuk menjaga kesehatan para pegawai dan juga kami sediakan peralatan penunjang protokol kesehatan seperti alat cuci tangan dan hand sanitizer," jelas Ade.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA