Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Big Sam Mulai Pesimistis WBA Bertahan di Liga Primer Inggris

Rabu 30 Dec 2020 14:16 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Sam Allardyce

Sam Allardyce

Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
WBA masih kesulitan meraih kemenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, WEST BROMWICH -- Pelatih West Bromwich Albion (WBA), Sam Allardyce, berharap, anak-anak asuhnya tidak mengulangi performa mengecewakan seperti saat dicukur Leeds United, 5-0, pada pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Rabu (30/12) dini hari WIB. Menilik performa The Baggies di laga tersebut, pelatih berjuluk Big Sam itu mulai pesimis terkait peluang timnya bertahan di Liga Primer Inggris.

Padahal, di laga sebelumnya, WBA berhasil menahan imbang juara bertahan Liga Primer Inggris, Liverpool, 1-1, akhir pekan lalu. Namun, para penggawa The Baggies malah tidak bisa mengulangi performa impresif saat mencuri poin di Stadion Anfield, kala menerima lawatan Leeds United di kandang sendiri, Stadion The Hawthorns.

Bahkan, menghadapi sesama tim promosi di pentas Liga Primer Inggris musim ini tersebut, gawang WBA sudah kebobolan empat gol saat laga baru berjalan setengah babak. Gawang WBA jebol via gol bunuh diri Romaine Sawyers, gol Ezgjan Alioski, Jack Harrison, dan Rodrigo. Kemudian, pada menit ke-72, Raphinha melengkapi pesta gol Leeds United ke gawang tim tuan rumah.

Allardyce, yang diharapkan bisa membawa WBA bertahan di Liga Primer Inggris musim ini, mulai pesimis terkait pencapaian targetnya itu. Sempat mulai optimis melihat performa anak-anak asuhnya di laga kontra Liverpool, optimisme Allardyce itu runtuh di laga kontra WBA. ''Performa kami di laga kontra Liverpool sangat impresif, tapi di laga ini, kami benar-benar tampil begitu buruk,'' tutur Allardyce seperti dilansir BBC Sport International, Rabu (30/12).

Performa The Baggies di laga itu memang begitu buruk. Menilik dari statistik pertandingan, The Baggies hanya mengemas 24 persen penguasaan bola. Tidak hanya itu, dari empat kali ancaman yang ditebar WBA, hanya satu yang benar-benar mengarah ke gawang tamunya itu. Perbedaan kualitas permainan antara sesama tim promosi itu membuat Allardyce mulai khawatir soal target membawa The Baggies tampil di Liga Primer Inggris musim depan.

''Saya sempat merasa tantangan membawa tim ini bertahan di Liga Primer Inggris setelah laga kontra Liverpool bukanlah tantangan yang berat. Namun, tantangannya menjadi lebih berat dari yang saya kira setelah laga ini. Dua tim, yang baru saja promosi, 11 lawan 11, tapi perbedaan kualitasnya begitu jauh. Kami harus memastikan tidak lagi mengulangi performa buruk ini di laga berikutnya,'' kata pelatih yang pernah membawa Blacburn Rovers, Crystal Palace, dan Sunderland, lolos dari ancaman degradasi tersebut.

Kegagalan memetik poin di laga kontra Leeds United membuat WBA masih terpuruk di posisi kedua terbawah klasemen sementara Liga Primer Inggris. The Baggies hanya bisa mengumpilkan delapan poin dari 16 laga. Big Sam pun tercatat belum pernah memetik kemenangan sejak resmi menggantikan Slaven Bilic di kursi pelatih WBA pada pertengahan bulan ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA