Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

RI Segera Miliki Pusat Industri Baterai Kendaraan Listrik

Rabu 30 Dec 2020 11:30 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Terminal pengisian baterai kendaraan listrik (ilustrasi)

Terminal pengisian baterai kendaraan listrik (ilustrasi)

Foto: VOA
Industri baterai kendaraan listrik akan dikembangkan oleh LG bekerja sama BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, Indonesia akan segera memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia. Pengembangan industri ini akan dilakukan perusahaan Electric Vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN. 

Perlu diketahui, LG Energy Solution merupakan bagian dari LG Chem, anak perusahaan dari konglomerasi LG Group. Proyek kerja sama investasi ini merupakan hasil tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In di Busan pada November 2019 lalu.

Baca Juga

BKPM bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian atau Lembaga (K/L) terkait lainnya melakukan berbagai pertemuan tindak lanjut dengan pihak LG. Serangkaian proses negosiasi yang panjang telah dilakukan, berpedoman pada prinsip saling percaya dan bertujuan saling menguntungkan. 

Berikutnya, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan LG Energy Solution di Seoul, Korea Selatan pada 18 Desember 2020. 

Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Perdagangan Perindustrian dan Energi Korea Selatan Sung Yun-mo. MoU berisi tentang kerjasama proyek investasi raksasa dan strategis di bidang industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri prekursor dan katoda dengan nilai rencana investasi mencapai 9,8 miliar dolar AS. 

"MoU menjadi sinyal keseriusan yang sangat tinggi dari pihak LG dan Pemerintah Indonesia demi mengembangkan industri baterai terintegrasi. Pada masa pandemi yang begitu penuh tantangan, keberhasilan ini merupakan kepercayaan luar biasa terhadap Indonesia. Nilai investasinya fantastis untuk satu korporasi, yaitu mencapai 9,8 miliar, dolar AS,” ujar Bahlil dalam konfrensi pers virtual, Rabu (30/12).

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA