Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Pasien Rawat Inap Covid-19 di Prancis Kian Meningkat

Selasa 29 Dec 2020 13:15 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang guru menyambut anak-anak sekolah di Strasbourg, Prancis. Naiknya jumlah pasien Covid-19 menimbulkan kekhawatiran karantina ketiga di Prancis. Ilustrasi.

Seorang guru menyambut anak-anak sekolah di Strasbourg, Prancis. Naiknya jumlah pasien Covid-19 menimbulkan kekhawatiran karantina ketiga di Prancis. Ilustrasi.

Foto: AP / Jean-Francois Badias
Naiknya jumlah pasien Covid-19 menimbulkan kekhawatiran karantina ketiga di Prancis

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Pasien rawat inap Covid-19 di Prancis kian meningkat pada Senin (28/12). Kondisi ini berlangsung saat Presiden Emmanuel Macron dan sejumlah menteri senior hendak meninjau situasi kesehatan pada Selasa di tengah lonjakan kasus lain, yang menimbulkan kekhawatiran karantina ketiga di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit bertambah 25 menjadi 24.678. Sedangkan pasien di unit perawatan intensif (ICU), barometer terpenting dalam kemampuan sistem kesehatan untuk menangani pandemi, naik 44 menjadi 2.703.

Tercatat 2.960 kasus tambahan Covid-19 selama 24 jam terakhir pada Senin, turun dari 8.822 pada Ahad dan 3.093 pada Sabtu. Secara umum jumlah kasus menurun pada Senin sebab orang yang menjalani tes pada Ahad jumlahnya juga lebih sedikit.

Jumlah orang di Prancis yang meninggal akibat Covid-19 juga bertambah 363 menjadi 63.109, naik dibanding 175 pada Ahad. Secara kumulatif kasus Covid-19 di Prancis berjumlah 2.562.646, tertinggi kelima di dunia.

Uni Eropa meluncurkan program vaksinasi Covid-19 besar-besaran pada Ahad dalam upaya membendung pandemi, yang telah melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia dan merenggut lebih dari 1,7 juta nyawa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA