Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Hati-Hati, Serangan Siber di AS Masuk Via Vendor Microsoft

Senin 28 Dec 2020 08:55 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Peretas (ilustrasi). Para penyidik dari perusahaan keamanan melaporkan peretas Rusia yang dicurigai berada di balik serangan dunia maya AS terburuk dalam beberapa tahun terakhir memanfaatkan akses vendor ke Microsoft Corp. Hal ini dilakukan untuk menembus target yang tidak memiliki perangkat lunak jaringan dari SolarWinds Corp.

Peretas (ilustrasi). Para penyidik dari perusahaan keamanan melaporkan peretas Rusia yang dicurigai berada di balik serangan dunia maya AS terburuk dalam beberapa tahun terakhir memanfaatkan akses vendor ke Microsoft Corp. Hal ini dilakukan untuk menembus target yang tidak memiliki perangkat lunak jaringan dari SolarWinds Corp.

Foto: www.freepik.com
Crowdstrike melaporkan peretas masuk via vendor yang menjual lisensi office microsoft

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para penyidik dari perusahaan keamanan melaporkan eretas Rusia yang dicurigai berada di balik serangan dunia maya AS terburuk dalam beberapa tahun terakhir memanfaatkan akses vendor ke Microsoft Corp. Hal ini dilakukan untuk menembus target yang tidak memiliki perangkat lunak jaringan dari SolarWinds Corp.

Sementara pembaruan pada perangkat lunak Orion SolarWinds sebelumnya merupakan satu-satunya titik masuk yang diketahui, dan perusahaan keamanan CrowdStrike Holdings Inc mengatakan peretas telah menjebol akses ke vendor yang menjual lisensi Office dan menggunakannya untuk mencoba membaca email CrowdStrike.

Itu tidak secara khusus mengidentifikasi peretas sebagai orang-orang yang menyusupi SolarWinds, tetapi dua orang yang mengetahui penyelidikan CrowdStrike mengatakan bahwa itu ulah mereka, menurut laporan Reuters, dikutip Senin (28/12).

CrowdStrike menggunakan program Office untuk pengolah kata tetapi tidak untuk email. Upaya yang gagal, yang dilakukan beberapa bulan lalu, ditunjukkan ke CrowdStrike oleh Microsoft pada 15 Desember.

CrowdStrike, yang tidak menggunakan SolarWinds, mengatakan tidak menemukan dampak dari upaya intrusi dan menolak menyebutkan nama reseller-nya.

"Mereka masuk melalui akses pengecer dan mencoba mengaktifkan hak istimewa 'membaca' email," kata salah satu orang yang mengetahui penyelidikan tersebut kepada Reuters.

"Jika telah menggunakan Office 365 untuk email, itu akan berakhir," tambahnya.

Banyak lisensi perangkat lunak Microsoft dijual melalui pihak ketiga, dan perusahaan tersebut dapat memiliki akses yang hampir konstan ke sistem klien saat pelanggan menambahkan produk atau karyawan.

Microsoft mengatakan bahwa pelanggan tersebut perlu waspada."Investigasi kami terhadap serangan baru-baru ini menemukan insiden yang melibatkan penyalahgunaan kredensial untuk mendapatkan akses, yang dapat terjadi dalam beberapa bentuk," kata Direktur senior Microsoft Jeff Jones.

"Kami belum mengidentifikasi kerentanan atau penyusupan produk Microsoft atau layanan cloud."

Penggunaan vendor Microsoft untuk mencoba masuk ke perusahaan pertahanan digital teratas menimbulkan pertanyaan baru tentang berapa banyak jalan yang dimiliki para peretas, yang diduga pejabat AS beroperasi atas nama pemerintah Rusia.

Korban yang diketahui sejauh ini termasuk saingan perusahaan keamanan CrowdStrike, FireEye Inc, dan beberapa institusi penting pemerintah AS di antaranya Departemen Pertahanan, Depertemen Perdagangan, dan Departemen Keuangan.

Perusahaan besar lainnya, termasuk Microsoft dan Cisco Systems Inc, mengatakan mereka menemukan perangkat lunak SolarWinds yang tercemar secara internal tetapi tidak menemukan tanda-tanda bahwa peretas menggunakannya untuk menjangkau secara luas di jaringan mereka.

Hingga saat ini, SolarWinds yang berbasis di Texas adalah satu-satunya saluran yang dikonfirmasi secara publik untuk pembobolan awal, meskipun para pejabat telah memperingatkan selama berhari-hari bahwa peretas memiliki cara lain.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA