Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Jangan Berlebihan Mengonsumi Makanan Beku, Ini Dampaknya

Ahad 27 Dec 2020 22:55 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Makanan beku (ilustrasi).

Makanan beku (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Beberapa makanan beku memiliki minyak terhidrogenasi parsial yang bahayakan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan beku cepat diproses dan mudah didapatkan. Namun jarang sekali Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dari makanan beku.

Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi makanan beku bisa membahayakan tubuh Anda. Berikut beberapa risiko bahaya dari makanan beku:

1. Meningkatkan tekanan darah

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, lebih dari 70 persen natrium yang kita konsumsi berasal dari makanan olahan dan siap saji seperti makanan beku. Makan terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah, membuat Anda berisiko tinggi terkena strok atau penyakit jantung.

2. Arteri Anda mungkin menderita

Menurut American Heart Association, beberapa makanan beku terutama piza beku dan pai lainnya mengandung minyak terhidrogenasi parsial berbahaya yang dapat membahayakan jantung Anda. Periksa bahan makanan beku apa pun yang Anda beli untuk menghindari takdir yang menyumbat arteri ini.

3. Sakit kepala dan tenggorokan bengkak

Banyak makanan beku mengandung MSG, yang dapat menimbulkan efek samping berbahaya bagi mereka yang sensitif terhadapnya. Beberapa penelitian menunjukkan zat aditif berpotensi membuat Anda sakit kepala, membuat uvula Anda membengkak, dan menyebabkan Anda mengeluarkan keringat di seluruh tubuh.

4. Menghancurkan otot Anda

Banyak dari makanan beku yang paling populer adalah makanan rendah kalori. Saat Anda tidak mendapatkan cukup energi dari makanan Anda, Anda melukai tubuh Anda.

"Tubuh akan mulai mengorbankan otot, karena lebih 'mahal' secara metabolik untuk dipertahankan. Jadi, Anda menurunkan berat badan, kemudian menghentikan diet dan makan berlebihan," ujar ahli diet Kimberly Gomer seperti dilansir di laman Eat This, Ahad (27/12).

5. Kurang bahagia dan lebih khawatir

Keuntungan terbesar makanan beku juga merupakan kelemahan terbesarnya. Menurut sebuah studi nutrisi klinis, orang yang memasak untuk dirinya sendiri mengalami emosi positif yang lebih intens, emosi negatif yang tidak terlalu intens, dan lebih sedikit kekhawatiran dibandingkan mereka yang tidak. Jadi lewati makan malam di TV jika Anda ingin hidup bahagia.

Sebuah laporan dari pengawas kesehatan Kelompok Kerja Lingkungan memperkirakan 2.000 bahan kimia sintetis dapat digunakan dalam makanan olahan seperti makanan beku. Bahan kimia tersebut tidak perlu disetujui oleh FDA. "Kami tidak tahu apa dampak jangka panjangnya," kata Dawn Undurraga, ahli gizi EWG, kepada Sierra Magazine.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA