Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Gal Gadot: Wonder Woman 1984 Bukan Film Politik

Ahad 27 Dec 2020 11:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti

Film Wonder Woman 1984. Menurut Gal Gadot, film tersebut bukanlah film politis.

Film Wonder Woman 1984. Menurut Gal Gadot, film tersebut bukanlah film politis.

Foto: Dok Warner Bros Pictures
Karakter Maxwell Lord dalam film, tidak seperti yang dikisahkan di komik.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ada banyak film besar semisal All The President’s Men dan The Exorcist yang menggunakan Washington DC sebagai latar belakang film. Wonder Woman 1984 adalah film terbaru yang dibuat di dalam dan di sekitar Gedung Putih.

Meski begitu, sang aktris Gal Gadot, menyebut bahwa Wonder Woman 1984 bukan film politik. Saat banyak negara termasuk AS dihadapkan pada kekacauan akibat pandemi Covid-19, bisa dikatakan bahwa gagasan kebenaran kebenaran memainkan peran penting selama 2020.

Sutradara Wonder Woman 1984, Patty Jenkins sendiri tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada dunia ketika dia dan timnya memproduksi Wonder Woman 1984. Pentingnya kebenaran dalam mengatasi kejahatan adalah salah satu tema utama film ini.

Wonder Woman 1984 berlatar di Washington DC dan adegan pentingnya berlangsung di bagian ikonik Capitol AS. Namun, Gal Gadot mengakui bahwa masalah yang ditangani Wonder Woman 1984 mungkin terasa baru, namun itu tidak dimaksudkan untuk mengkritisi perpolitikan AS.

"Saya pikir ada beberapa elemen politik jika dilihat dari beberapa subjek, namun yang jelas ini bukan tentang politik. Film ini tentang sesuatu yang jauh lebih sederhana. Ini tentang kekuatan kebenaran harapan," kata Gadot seperti dilansir di Cinema Blend pada Ahad (27/12).

Pemeran utama Wonder Woman itu juga mengakui latar film mungkin memainkan peran dalam membangun interpretasi penggemar. Terutama, jika menyangkut Maxwell Lord, salah satu penjahat paling ikonik dari Wonder Woman 1984.

"Yang menarik adalah kami benar-benar memikirkan karakter Maxwell Lord, bahkan setelah tiba di Gedung Putih. Aku berpikir bahwa Patty, Dave Callaham, dan Geoff Johns (sutradara dan penulis) kepribadian 'Gordon Gekko'," kata Gadot.

Dia mengatakan, Maxwell Lord dalam film itu tidak seperti di komik. "Dia lebih kompleks karena dia bukan hanya penjahat. Dia adalah orang biasa yang ingin menjadi semua hal, tapi kami tidak pernah mencoba meniru orang lain. Kami tidak pernah mencoba meniru Trump atau apa pun," jelas Gadot.

Dengan kata lain, meskipun pesan Wonder Woman 1984 tepat waktu bahwa kebenaran itu penting, tetapi itu bukanlah pesan politis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA