Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Lampard Sebut Kesalahan Mendasar Jadi Biang Kekalahan Timnya

Ahad 27 Dec 2020 09:58 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pemain Arsenal, Granit Xhaka (kanan), menjebol gawang Chelsea lewat tendangan bebas dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (26/12).

Pemain Arsenal, Granit Xhaka (kanan), menjebol gawang Chelsea lewat tendangan bebas dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (26/12).

Foto: EPA-EFE/Andrew Boyers
The Blues pun akhirnya malah tercecer ke peringkat ketujuh.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Chelsea, Frank Lampard, menegaskan, anak-anak asuhnya melakukan kesalahan mendasar dalam sepak bola di laga kontra Arsenal. Imbasnya, dalam lawatan ke Stadion Emirates pada pekan ke-15 Liga Primer Inggris, Chelsea dibungkam tuan rumah, 1-3, Ahad (27/12) dini hari WIB.

Padahal, di laga Boxing Day musi ini tersebut, Chelsea dianggap lebih diunggulkan untuk bisa memetik poin penuh. Selain telah kembali ke jalur kemenangan usai menelan dua kekalahan beruntun, The Blues juga memiliki skuat yang relatif lebih lengkap. Di laga tersebut, Arsenal kehilangan Gabriel Magalhaes, David Luiz, dan Willian. Pun dengan tidak diturunkannya Pierre Emerick-Aubameyang.

Namun, Chelsea justru mengawali laga dengan begitu buruk. Gol via eksekusi tendangan penalti dari Alexander Lacazette dan tendangan bebas Granit Xhaka bersarang di gawang The Blues pada babak pertama. Sementara pada babak kedua, tim tuan rumah belum juga bisa bangkit. Gawang Chelsea malah kembali kebobolan pada menit ke-56 lewat gol cantik Bukayo Saka.

Chelsea akhirnya baru bisa mencetak gol pada menit ke-85 via gol Tammy Abraham usai memanfaatkan assist dari Callum Hudon-Odoi. Namun, gol ini seolah tidak memiliki arti apa-apa. The Blues gagal memberika hadian terbaik buat para pendukungnya di laga Boxing Day, dan harus mengakui keunggulan rival sekotanya.

Atas hasil ini, Chelsea gagal bertahan di jalur kemenangan usai mengalahkan West Ham, 3-0, tengah pekan lalu. Tidak akibat kekalahan ini, Chelsea kehilangan peluang untuk bisa merangsek ke peringkat kedua klasemen sementara. The Blues pun akhirnya malah tercecer ke peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini, dengan torehan 25 poin dari 15 partai.

''Saya benar-benar marah dan kecewa, karena kami berharap besar bisa memetik kemenangan di laga ini. Kami memiliki peluang untuk berada di peringkat kedua pada penghujung tahun ini. Namun, Anda mendapatkan apa yang pantas Anda dapatkan,'' Lampard seperti dilansir Sky Sports, Ahad (27/12).

Eks pelatih Derby County itu menegaskan, beban kesalahan kegagalan The Blues memetik poin di laga ini tidak hanya terletak di pundaknya. Para penggawa Chelsea, ujar Lampard, juga harus bertanggung jawab atas performa buruk mereka, terutama pada babak pertama. Para pemain Chelsea dinilai tidak memiliki semangat dan keinginan untuk bisa meraih kemenangan di laga ini.

''Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini, tapi di luar itu, para pemain juga harus menanggung tanggung jawab ini. Ini bukan masalah taktik atau sistem permainan. Ini soal apakah Anda mau berlari lebih jauh dan sprint untuk membantu rekan setim Anda? Atau Anda hanya mau berlari kecil dan berkata,'Mungkin saya tidak harus berlari'. Sayangnya, para pemain mengambil keputusan yang salah. Kami melakukan kesalahan mendasar dalam sepak bola,'' ujar pelatih asal Inggris tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA