Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

UE-Inggris Umumkan Pakta Perdagangan yang Berlaku 1 Januari

Ahad 27 Dec 2020 09:06 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

 Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, kanan, menyambut Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelum pertemuan di kantor pusat Uni Eropa di Brussel, Rabu, 9 Desember 2020. Uni Eropa (UE) dan Inggris mengumumkan perjanjian berskala besar yang kemungkinan akan mengatur sektor perdagangan mulai 1 Januari 2021.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, kanan, menyambut Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelum pertemuan di kantor pusat Uni Eropa di Brussel, Rabu, 9 Desember 2020. Uni Eropa (UE) dan Inggris mengumumkan perjanjian berskala besar yang kemungkinan akan mengatur sektor perdagangan mulai 1 Januari 2021.

Foto: AP/Olivier Hoslet/Pool EPA
Inggris berhenti menjadi anggota resmi Uni Eropa pada 31 Januari 2020

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Uni Eropa (UE) dan Inggris mengumumkan perjanjian berskala besar yang kemungkinan akan mengatur sektor perdagangan masa depan. Kerja sama diperkirakan dimulai pada 1 Januari yang akan mengatur hubungan antara blok 27 negara tersebut dengan mantan negara anggotanya.

Duta besar UE dan anggota parlemen di kedua sisi English Channel akan mempelajari ‘Perjanjian Perdagangan dan Kerjasama Uni Eropa-Inggris’ yang berisikan 1.240 halaman teks. Utusan UE ditargetkan dapat bertemu pada Senin (28/12) untuk membahas dokumen tersebut. Pembahasan diperkirakan berjalan selama sembilan bulan secara intensif.

Seperti dilansir di AP, Sabtu (26/12), perjanjian antara itu akan memastikan Inggris dapat terus memperdagangkan barang dengan UE sebagai blok perdagangan terbesar di dunia tanpa tarif atau kuota. Kebijakan ini berlaku setelah Inggris benar-benar terbebas dari UE.

Diketahui, Inggris berhenti menjadi anggota resmi pada 31 Januari 2020 dan kini sedang menjalani masa transisi yang akan habis dalam hitungan hari lagi.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA