Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Arsenal Lumat Chelsea 3-1, Ini Fakta Menariknya

Ahad 27 Dec 2020 03:19 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Didi Purwadi

Pemain Arsenal melakukan selebrasi atas gol Granit Xhaka ke gawang Chelsea dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (26/12).

Pemain Arsenal melakukan selebrasi atas gol Granit Xhaka ke gawang Chelsea dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (26/12).

Foto: EPA-EFE/Julian Finney
Arsenal selalu menang jika memimpin babak pertama dengan keunggulan dua gol lebih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsenal sukses membungkam Chelsea 3-1 dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (26/12) malam waktu setempat. Ada fakta menarik di balik kemenangan Arsenal yang lebih dulu memimpin 2-0 di babak pertama.

Seperti dikutip dari Opta, Arsenal biasanya selalu mampu menutup pertandingan dengan kemenangan apabila mampu memimpin babak pertama dengan keunggulan dua gol lebih. Dari 48 pertandingan dimana Arsenal memimpin babak pertama dengan keunggulan dua gol lebih, sebanyak 46 pertandingan berhasil dituntaskan dengan sebuah kemenangan.

Sementara, dua laga sisanya berakhir dengan skor imbang. Artinya Arsenal gagal mempertahankan keunggulan setelah sempat memimpin babak pertama dengan keunggulan lebih dari dua gol.

Laga malam ini sedikit berbeda. Meski memimpin babak pertama dengan hanya keunggulan 2-0, Arsenal mampu mengakhiri pertandingan dengan sebuah kemenangan.

''Ini pertama kali Arsenal menang dengan lebih unggul 2-0 sebelum turun minum,'' sebut laporan Opta.

 

Jalan pertandingan
Arsenal mengambil inisiatif menyerang sejak babak pertama dimulai. The Gunners pun mendapatkan dua peluang dari Gabriel Martinelli ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Peluang pertama datang dari tendangan bebas, sedangkan kans kedua lewat tembakan kaki kanan namun tak membuahkan gol.

Chelsea nyaris membuka keunggulan jika tembakan Mason Mount tak membentur tiang gawang pada menit ke-13. The Blues perlahan lebih menguasai bola. Para pemain Chelsea beberapa kali menciptakan ancaman ke pertahanan Arsenal.

Timo Werner pada menit ke-20 melakukan percobaan tembakan kaki kiri tetapi masih berhasil diblok. Arsenal terus berusaha keluar dari tekanan. Serangan mereka juga cukup berbahaya dengan banyak mengandalkan dari sisi sayap kanan dan kiri.

Emile Smitih Rowe melakukan percobaan tembakan kaki kiri tapi masih sedikit meleset. Tak lama kemudian Martinelli gantian mengancam tetapi tembakannya berhasil diblok.

Tekanan yang dilakukan tuan rumah rupanya berbuah hasil. Reece James melakukan pelanggaran terhadap Kieran Tierney di kotak terlarang. Setelah wasit melihat VAR, Arsenal mendapatkan hadiah penalti.

Alexandre Lacazette barhasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Ia berhasil mengecoh penjaga gawang Chelsea dengan mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang.

Chelsea merespon ketertinggalan tersebut dengan meningkatkan tekanan. Namun Arsenal lebih tenang menghadapi serangan Werner dan kawan-kawan. Gol Granit Xhaka lewat tendangan bebas pada menit ke-44 menutup keunggulan Arsenal 2-0 pada babak pertama. 

Babak Kedua
Di babak kedua, tempo permainan cepat masih diperagakan oleh kedua tim. Chelsea melakukan pergantian permain dengan memasukkan Jorginho menggantikan Kovacic dan Callum Hudson-Odoi menggantikan Werner.

Chelsea mendapatkan peluang berbahaya pada menit ke-51 lewat Christian Pulisic namun tembakannya belum membuahkan gol. Chelsea semakin terapuruk ketika Bukayo Saka mencetak gol ketiga Arsenal pada menit ke-56. Tembakan kaki kanannya berhasil menjebol gawang Chelsea yang menghujam keras ke sudut  kiri atas.

Tertinggal 3-0, Chelsea mencoba meningkatkan tekanan kepada pertahanan Arsenal. Tetapi tuan rumah tak ingin menyia-nyiakan keunggulan. Para pemain mereka disiplin dalam menghalau serangan Chelsea.

Sedangkan Arsenal semakin nyaman memainkan tempo permainan. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-65. Arteta menarik keluar Rowe digantikan Joseph Willock dan Nicolas Pepe menggantikan Martinelli.

Chelsea mencoba meningkatkan serangan dengan memasukkan Kai Havertz menggantikan Kante. Tetapi usaha pelatih Chelsea, Frank Lampard, mengejar ketertinggalan hanya berhasil melesakkan satu gol lewat Tammy Abraham pada menit ke-85. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan usai. 

Kemenangan tersebut membuat Arsenal naik satu tingkat ke posisi 14 klasemen. Sedangkan Chelsea merosot ke urutan keenam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA