Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Bagaimana Boneka Kayu Pemecah Kacang Bisa Terkenal?

Jumat 25 Dec 2020 18:49 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

.

.

Bagaimana Boneka Kayu Pemecah Kacang Bisa Terkenal?

Pernah mendengar tentang Räuchermann - atau dalam bentuknya yang kecil, Räuchermännchen? "Orang merokok" adalah patung kayu yang berfungsi sebagai pembakar dupa. Patung tersebut hanyalah salah satu dari banyaknya dekorasi Natal tradisional dari Erzgebirge, atau Pegunungan Ore, wilayah perbatasan Sachsen atau Saxony, Jerman yang terkenal dengan berbagai seni kerajinan tangan rakyat berupa malaikat kayu, piramida Natal, dan lengkungan lilin yang dikenal sebagai Schwibbogen.

Namun wisatawan yang jauh-jauh berkunjung ke Pegunungan Ore, biasanya bukan untuk melihat langsung Räuchermännchen, melainkan lebih tertarik pada sosok boneka kayu lainnya yakni, boneka kayu pemecah kacang alias Nutcracker.

Kisah Jerman-Prancis-Rusia-Amerika

Boneka kayu pemecah kacang memperoleh pengakuan internasional berkat latar belakang representasi budayanya. Perjanjian hak cipta internasional belum eksis ketika versi awal dari cerita tokoh mainan kecil itu ditulis oleh penulis Jerman E. T. A. Hoffmann pada tahun 1816, dengan judul The Nutcracker and the Mouse King.

Cerita tersebut lantas diadaptasi oleh penulis Prancis Alexandre Dumas pada tahun 1844. Plot Histoire d'un casse-noisette (disebut The Nutcraker dalam bahasa Inggris) hampir identik - tetapi versi Prancisnya tidak sekelam versi Jerman.

Bagaimanapun, adaptasi Dumas menjadi dasar koreografi balet Rusia tahun 1892 yang diciptakan oleh Marius Petipa dan Lev Ivanov, dengan musik yang digubah oleh Pyotr Illyich Tchaikovsky.

Pertunjukan balet lengkap pertama The Nutcracker mencapai Inggris pada tahun 1934, dan kemudian dipentaskan kembali untuk pertama kalinya di Amerika Serikat (AS) selama perayaan Natal tahun 1944 oleh paguyuban Balet San Francisco.

Pertunjukan tersebut sangat populer di negeri paman Sam itu, hingga sejak saat itu selalu dipentaskan selama musim liburan. Dengan ratusan pagelaran setiap tahun, pertunjukan balet The Nutcracker sekarang menjadi ritual Natal yang mengakar kuat bagi ribuan keluarga di AS - dan di seluruh dunia.

Dari Sachsen ke seluruh dunia

Friedrich Wilhelm Füchtner, seorang penatah kayu di Pegunungan Ore, pembuat model boneka kayu pemecah kacang yang “diproduksi massal” pertama kalinya pada tahun 1870, jelas tidak tahu bahwa karakter tersebut suatu hari nanti akan menjadi bintang klasik balet internasional. Füchtner sebenarnya memiliki versi lain dari cerita itu ketika dia menciptakan patungnya, kata pencipta Der Struwwelpeter ("Shaggy Peter") yaitu Heinrich Hoffmann, pada tahun 1851.

Boneka kayu tradisional Jerman tersebut kemudian menghiasi rumah-rumah warga di seluruh dunia. Sebuah perusahaan ukiran kayu dari Pegunungan Ore, Steinbach, harus pindah ke Hannover setelah Perang Dunia II, ibukota negara bagian Niedersachsen lokasi di mana banyak tentara Amerika ditempatkan. Para prajurit itu mulai membawa pulang boneka kayu pemecah kacang untuk keluarganya sebagai oleh-oleh khas dari Jerman.

Alasan lain untuk mengunjungi Pegunungan Ore

Patung-patung unik yang dapat menjadi koleksi berharga itu terus menarik pengunjung ke wilayah Jerman timur, yang terkenal dengan kesenian kayunya. "Nussknackermuseum" di Neuhausen, museum boneka kayu pemecah kacang pertama di Eropa," menjadi rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi turis.

Museum itu tidak hanya memamerkan koleksi boneka dan alat pemecah kacang terbesar di dunia, tetapi juga menyelenggarakan berbagai acara sepanjang tahun, seperti konvensi kolektor pemecah kacang tahunan.

Saat ditanya mengapa pemecah kacang menjadi sangat erat kaitannya dengan Natal, pemilik museum Uwe Löschner memberikan penjelasan sederhana yang khas dari pragmatisme orang-orang di wilayah tersebut: “Selama Natal, orang-orang miskin menggunakan kacang simpanan saat akan memanggang Stollen (roti buah) dan kue tradisional mereka, dan pemecah kacang digunakan untuk memecahkan kacang itu,” katanya kepada DW.

Namun demikian, figur tersebut lebih dari sekedar alat. Simbolismenya terus dibagikan ke seluruh generasi dan negara berkat dongeng yang berkontribusi pada ketenaran internasionalnya - kisah universal tentang harapan dan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Penulis. Elizabeth Grenier (ha/as)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA