Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Muhammad Mokaev Bertekad Jadi Penerus Khabib Nurmagomedov

Jumat 25 Dec 2020 18:13 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Esthi Maharani

Muhammad Mokaev, juara MMA yang terinspirasi Khabib Nurmagomedov

Muhammad Mokaev, juara MMA yang terinspirasi Khabib Nurmagomedov

Foto: About Islam
Terinspirasi dari Khabib, Muhammad Mokaev sedang berusaha untuk melampauinya

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Juara dunia kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov adalah salah satu atlet Muslim paling populer di dunia. Ia pensiun pada bulan Oktober dengan rekor gemilang, menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Mixed Martial Arts (MMA). Pengunduran diri Nurmagomedov mengejutkan sebagian besar komunitas MMA, dengan banyak yang mengatakan bahwa dia adalah petarung UFC terhebat dengan rekor 28-0-nya.

Terinspirasi dari Khabib, Muhammad Mokaev sedang berusaha untuk melampaui pencapaian juara kelas ringan Nurmagomedov yang tak terkalahkan.

"Saya yakin saya akan menjadi yang terhebat sepanjang masa," kata Mokaev dengan percaya diri.

Saat ini, penggemar seni bela diri campuran (MMA) mendapatkan juara baru dengan kesuksesan terbaru dari Muhammad Mokaev. Pria berusia 20 tahun ini memiliki rekor amatir 22-0 dan sekarang memimpin rekor profesional 4-0 sejauh ini.

Dia datang ke Inggris sebagai pengungsi bersama ayahnya dari Dagestan, negara asal Khabib Nurmagomedov yang baru-baru ini berhenti dari MMA. Lahir di Dagestan pada tahun 2000, Mokaev diperkenalkan pada pertandingan MMA sejak tahun-tahun awal hidupnya.

“Sebenarnya kita bisa pergi ke tempat latihan atau kita bisa pergi ke sekolah. Tapi terkadang Anda bisa melewatkan pelajaran di sekolah untuk pergi ke pelatihan, ini seperti Anda memanggil guru dan berkata: 'Saya terjebak dalam pelatihan, saya tidak bisa datang hari ini.' Dan dia akan berkata, 'Oke.' Begitulah cara kerjanya," jelasnya dilansir dari About Islam, Selasa (22/12).

Setelah kematian ibunya, Mokaev yang saat itu berusia 8 tahun harus pindah bersama ayahnya melintasi Eropa sampai mereka mencapai Inggris.

“Saya datang ke Inggris sebagai pengungsi dan saya mendapatkan seperti 5 poundsterling (sekitar Rp 86 ribu) sehari.  Saya dan ayah saya dengan gaji 5 poundsterling sehari atau mungkin sekitar 6-7 dollar AS. Kita harus membaginya untuk makanan dan pakaian serta internet untuk ponsel.  Itu tidak cukup, Aku lapar," jelasnya.

Mokaev harus mengambil berbagai pekerjaan untuk mendanai pelatihan MMA-nya, mulai dari pekerjaan keamanan hingga membagikan selebaran di jalan-jalan dan membersihkan gedung.  Dia percaya tantangan hidup ini adalah dasar kesuksesannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan.  Dia memberi saya tantangan-tantangan ini karena mungkin jika saya datang ke negara ini dengan banyak uang, mungkin saya akan berada di jalanan, mungkin saya akan menjadi seperti anak pesta, ” kata Mokaev.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA