Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Sikap Rasulullah SAW Bila Kafir Ucapkan La Ilaha Illallah 

Kamis 24 Dec 2020 23:15 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW melarang Muslim bunuh kafir bila ucapkan syahadat. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Rasulullah SAW melarang Muslim bunuh kafir bila ucapkan syahadat. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Rasulullah SAW melarang Muslim bunuh kafir bila ucapkan syahadat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kalimat la Ilaha Ilallah merupakan bentuk kesaksian umat manusia yang mengakui ke-Esa-an Allah SAW untuk masuk Islam. Rasulullah pun melarang umat Islam untuk membunuh orang kafir yang telah mengucapkan kalimat suci ini, meskipun sebelum masuk Islam ia telah mencelakakan umat Islam.

Dalam buku “115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW”, Fuad Abdurahman menceritakan bahwa ada seorang sahabat bernama Al-Miqdad ibn Al-Aswad yang bertanya kepada Rasulullah SAW: 

عن المقداد بن الأسود أنه أخبره أنه قال يا رسول الله أرأيت إن لقيت رجلا من الكفار فقاتلني فضرب إحدى يدي بالسيف فقطعها ثم لاذ مني بشجرة فقال أسلمت لله أفأقتله يا رسول الله بعد أن قالها قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تقتله قال فقلت يا رسول الله إنه قد قطع يدي ثم قال ذلك بعد أن قطعها أفأقتله قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تقتله فإن قتلته فإنه بمنزلتك قبل أن تقتله وإنك بمنزلته قبل أن يقول كلمته التي قال

Baca Juga

“Ya Rasulullah, bagaimana pendapat Tuan jika aku bertemu dengan orang kafir lalu ia menentangku, lalu ia menebas salah satu tanganku dengan pedang hingga putus, kemudian ia ia berlindung dari seranganku di balik sebatang pohon seraya berkata, ‘Aslamtu (aku berislam). Apakah boleh aku membunuhnya, setelah ia mengucapkan kata-kata tersebut?” Rasulullah SAW menjawab, “Jangan membunuhnya”.

Al-Miqlal belum puas dengan jawaban Rasulullah yang seperti itu, lalu ia mengatakan, “Ya Rasulullah, namun ia telah menebas salah satu tanganku, lalu mengucapkan kata-kata masuk Islam. Bolehklah aku membunuhnya?”

Rasulullah kembali menegaskan, “Jangan membunuhnya! Jika kau membunuhnya maka ia berada dalam kedudukanmu sebelum kau membunuhnya. Dan kau berada dalam kedudukannya sebelum ia mengucapkan kata-kata masuk Islam.” 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA