Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Indonesia Berpacu Waktu Gelar Piala Dunia U-20 dan MotoGP

Kamis 24 Dec 2020 14:18 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Menpora RI Zainudin Amali.

Menpora RI Zainudin Amali.

Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Infrastruktur jadi prioritas utama untuk terus dibenahi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2021 akan menjadi ruang waktu yang sesak bagi olahraga di Indonesia. Agenda lingkup nasional hingga internasional lengkap tersaji dalam hitungan beberapa bulan ke depan.

Seperti sudah dijadwalkan sebelumnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Tanggal 20 Mei sampai 11 Juni sejauh ini terpilih menjadi waktu penyelenggaraan turnamen sepak bola terakbar level junior tersebut.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah menetapkan enam stadion sebagai tempat pertandingan Piala Dunia U-20. Arena yang terpilih adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar Bali, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya, Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Manahan di Surakarta, Stadion Gelora Sriwiajaya di Palembang, dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.

Berdasarkan Inpres Nomor 8/2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup 2021, pemerintah daerah wajib mengurus stadion serta lapangan pendukung yang tidak termasuk tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali sebagai Ketua Panitia Pelaksana Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committe (INAFOC) sudah melihat perkembangan renovasi beberapa stadion terpilih. Rata-rata target peremajaan rampung pada Maret 2021 mendatang.

"Indonesia sedang berpacu dengan waktu demi suksesnya Piala Dunia U-20 tahun 2021. Infrastruktur stadion menjadi perhatian, tetapi itu hanya sebagian dari persiapan dalam aspek lain," ujar Zainudin awal pekan ini.

Belum lagi perihal dukungan dari sisi lain seperti pariwisata, hukum, keamanan, dan yang tidak kalah penting yakni keuangan. Sebab sejauh ini, belum ada hitung-hitungan pasti berapa anggaran untuk menggelar hajatan tersebut.

Pada pertengahan tahun ini, Komisi X DPR RI menyebut Kemenpora sudah mengajukan pendanaan Piala Dunia U-20 sebesar Rp 600 miliar yang terdiri dari Rp 400 miliar untuk penyelenggara, Rp 100 miliar untuk persiapan timnas Indonesia U-20, dan sisanya untuk peningkatan prestasi olahraga.

Pemerintah dan PSSI hingga kini bekerja keras dan melakukan yang terbaik agar Piala Dunia U-20 2021 berjalan lancar. Dan, jika memungkinkan, dikenang sebagai salah satu Piala Dunia U-20 terbaik yang pernah digelar.

Itu baru satu hajatan akbar. Sebab, masih ada satu lagi pesta olahraga, yakni MotoGP, di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Meski berstatus arena cadangan untuk musim 2021, pembangunan lintasan balap sepanjang 4,31 kilometer itu terus dikebut.

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan, pada pekan ketiga November 2020, perkembangan pembangunan tersebut mencapai 32,50 persen. Ia mengeklaim pekerjaan lebih cepat dari rencana sehingga target penyelesaian pada pertengahan tahun 2021 bisa tercapai. Proyek sirkuit bernilai kontrak Rp 899 miliar itu akan menjadi lintasan jalan raya pertama di dunia yang menyelenggarakan perhelatan MotoGP.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA