Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Vaksin Gratis Australia Dimulai pada Awal Maret 2021

Sabtu 26 Dec 2020 23:20 WIB

Red:

Australia belum pernah menghadapi tugas distribusi seperti ini sejak Perang Dunia II

Upaya untuk mendistribusikan puluhan juta dosis vaksin COVID-19 dengan aman kepada semua warga Australia akan semakin dekat, setelah Pemerintah Federal Australia menandatangani beberapa kesepakatan untuk mengoperasikan dan memantau jaringan vaksin nasional.

  • Perjanjian yang disepakati terkait dengan pengoperasian dan pemantauan jaringan vaksin nasional
  • Perusahaan logistik DHL dan Linfox akan bertanggung jawab untuk mendistribusikan vaksin ke Australia, bahkan di daerah yang sangat terpencil
  • Para ahli mengatakan Australia belum pernah menghadapi tugas distribusi seperti ini sejak Perang Dunia II
 

Di bawah perjanjian ini, perusahaan logistik DHL dan Linfox akan bekerja dengan Departemen Kesehatan Australia untuk memvaksinasi semua orang di seluruh Australia.

Sementara perusahaan keamanan digital Accenture akan melacak dosis vaksin dan memantau setiap efek samping.

Kantor audit dan akuntan PwC juga bermitra dengan Kementerian Kesehatan Australia untuk membantu peluncuran program COVID-19.

Skema ini akan dimulai pada Maret 2021, di mana semua warga negara Australia, penduduk tetap, dan sebagian besar pemegang visa Australia dijanjikan vaksinasi gratis.

Pemerintah Federal telah mengamankan perjanjian untuk penyediaan tiga vaksin COVID-19 dari Pfizer, Novavax, dan Oxford University-AstraZeneca.

Namun di antara ketiga vaksin itu, vaksin Pfizer diperkirakan akan menjadi yang paling sulit untuk didistribusikan.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan dia tidak punya ekspektasi jika vaksin bisa diluncurkan sebelum bulan Maret, meskipun menurutnya prosesnya saat ini "lebih cepat dari jadwal".

"Tujuan utama kami adalah memastikan segala sesuatunya berada di jalur yang tepat untuk menjalankan distribusi yang aman dan efektif mulai bulan Maret," ujarnya.

"Kami selalu berusaha untuk tidak membuat janji-janji yang berlebihan dan lebih mengutamakan hasil yang melebihi harapan, tetapi Maret telah menjadi pedoman dan harapan nasional yang kami tetapkan [untuk distribusi vaksin]," katanya.

Vaksin Pfizer akan membutuhkan 'eskies' yang sangat dingin

Pemerintah Australia telah memilih untuk membeli 10 juta dosis vaksin Pfizer, yang cukup untuk memvaksinasi 5 juta orang.

Jumlah ini didapatkan dari luar negeri setelah mendapat otorisasi izin edar dari Therapeutic Goods Administration (TGA), daripada memproduksinya di Australia.

Keputusan ini diambil karena vaksin Pfizer didasarkan pada teknologi baru yang belum pernah berhasil diproduksi atau didistribusikan secara lokal sebelumnya.

Vaksin Pfizer telah mendapatkan izin penggunaan darurat oleh otoritas kesehatan di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa.

 

Virus yang menyebabkan COVID-19 masuk ke dalam sel yang sehat dengan menggunakan apa yang disebut protein "spike" dan banyak vaksin COVID-19 yang ada menyuntikkan sejumlah protein tersebut, sehingga tubuh dapat memproduksi antibodi dan belajar melawan virus corona.

Namun, vaksin Pfizer mengandung materi genetik yang disebut mRNA, yang secara efektif dilengkapi dengan kit DIY, sebuah instruksi untuk mengumpulkan protein spike, sehingga tubuh dapat meningkatkan respons imun.

Vaksin Pfizer terbukti 95 persen efektif dalam mencegah penyakit dalam uji coba tahap akhir, tetapi vaksin ini memiliki tantangan logistik yang kompleks.

Vaksin buatan Pfizer harus dikirim dan disimpan pada suhu -70 derajat Celcius, sehingga membutuhkan "eskies" atau tempat penyimpanan khusus yang sangat dingin yang diisi dengan es kering.

Berdasarkan perjanjian baru, DHL dan Linfox akan diminta untuk melacak dan melaporkan suhu vaksin setiap saat.

Mereka juga akan bertanggung jawab untuk mengangkut vaksin dari pabrik ke lokasi administrasi vaksinasi, bahkan di daerah yang sangat terpencil.

Accenture kemudian akan merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan perangkat lunak untuk memungkinkan pemantauan waktu dari satu titik ke titik lainnya dari vaksin COVID-19 di seluruh rantai pengiriman.

Sistem ini akan memungkinkan mereka yang memiliki akses ke sistem untuk melihat layanan kesehatan mana yang telah menerima vaksin, siapa yang mendapat suntikan, dan pencatatan pada reaksi yang tidak diharapkan.

Para ahli menggambarkan tantangan logistik sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan mengatakan bahwa Australia belum pernah menghadapi tugas distribusi sebesar itu sejak Perang Dunia II.

Tetapi Pemerintah Australia berharap untuk bisa memvaksinasi seluruh populasi Australia dalam 2021.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA