Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Kasman Singodimedjo: Berjuang adalah Sifat Seorang Pahlawan

Sabtu 26 Dec 2020 09:12 WIB

Rep: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)/ Red: suaramuhammadiyah.id (suara muhammadiyah)

Kasman Singodimedjo: Berjuang adalah Sifat Seorang Pahlawan | Suara Muhammadiyah

Kasman Singodimedjo: Berjuang adalah Sifat Seorang Pahlawan | Suara Muhammadiyah

Proses penetapan Kasman Singodimedjo sebagai pahlawan nasional cukup sulit

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam sebuah perjuang tentu banyak resiko besar yang harus dihadapi, tidak terkecuali bagi Kasman Singodimedjo.

Beliau merupakan tokoh bangsa yang cukup lengkap. Sepanjang karir hidupnya, beliau pernah terjun di dunia politik (politisi), bergerak di medan pertempuran (tentara), pernah duduk sebagai jaksa agung, menjadi pejabat di Kementerian Pertahanan, hingga diamanati sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Walaupun beliau lebih dikenal sebagai tokoh politik, yang tak kalah penting bahwa beliau merupakan tokoh Muhammadiyah yang sangat dihormati. Secara tidak langsung beliau mampu meletakkan dan menempatkan secara proporsional antara Muhammadiyah dan Politik.

Mengingat besarnya kiprah dan perjuangan yang telah dilakukan Kasman Singodimedjo kepada bangsa dan negara, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan Launching dan Diskusi Buku “Hidup itu Berjuang: Kasman Singodimedjo Ke-116 Tahun” dan sekaligus Peresmian Aula Mr. Kasman Singodimedjo Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMJ, Selasa, 22 Desember 2020.

Acara yang berlangsung secara luring dan daring tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Putri bungsu Mr. Kasman Singodimedjo Dewi Nurul, dan Rektor UMJ Syaiful Bakhri.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penghargaan atas diangkatnya Kasman Singodimedjo sebagai Pahlawan Nasional belum sebading jika disandingkan dengan jejak perjuangannya yang sedemikian besar bagi bangsa dan negara, baik dalam ranah politik, pemikiran, hingga tindakan yang dapat dijadikan tauladan.

Dalam serangkaian penetapan tiga tokoh Muhammadiyah untuk mendapat gelar pahlawan nasional, Ki Bagus Hadikusumo (2015), Kasman Singodimedjo (2018), dan Abdul Kahar Muzakir (2019). Dari ketiga tokoh ini Haedar mengaku bahwa Kasman Singodimedjo menjadi tokoh yang penetapannya sebagai pahlawan nasional cukup sulit, disebabkan adanya kendala birokrasi yang rumit.

Pertimbangan yang paling sulit karena beliau pernah dimasukkan ke dalam bui sebagai tahanan politik. Sehingga Purworejo sebagai tanah kelahirannya tidak dapat memberikan rekomendasi kepada beliau untuk dapat menyandang gelar pahlawan nasional.

Di saat yang sulit tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 datang memberikan masukan agar Kasman Singodimedjo diusulkan dari Yogyakarta, dengan alasan bahwa beliau pernah tinggal di Yogyakarta. Sampai di sini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berinisiatif untuk mengajukannya secara langsung kepada Presiden.

Ketika bertemu dengan Presiden, Haedar menyampaikan, “Jika tidak ada keberanian dari Presiden, maka SK Pahlawan Nasional bagi Kasman Singodimedjo ini tidak akan pernah keluar”. Pada akhirnya pertemuan dengan Presiden membuahkan hasil. Seminggu setelah pertemuan tersebut, datang pengumuman dari Istana yang mengabarkan bahwa Kasman Singodimedjo akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional dalam waktu dekat.

“Itulah dinamika hidup penuh warna yang tentu dijalani oleh setiap tokoh nasional. Namun yang perlu kita syukuri bahwa negara telah secara sah mengakui Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Muzakir sebagai pahlawan nasional,” tegasnya.

Sebenarnya secara subtantif, ketiganya tidak memerlukan itu (gelar Pahlawan Nasional). Namun untuk kepentingan generasi masa depan dan keberlanjutan hidup sebuah bangsa, penyematan gelar kepahlawanan bagi ketiganya menjadi sesuatu yang sangat penting. Haedar menambahkan bahwa sampai saat ini telah ada 15 tokoh bergelar pahlawan nasional yang lahir dari rahim Muhammadiyah.

Sebagai tokoh Muhammadiyah, Kasman Singodimedjo merupakan sosok yang memiliki kharisma, kuat dalam prinsip, tegas, serta memiliki integritas yang tinggi. Memperjuangkan prinsip dan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. “Nilai-nilai inilah yang semestinya generasi muda produksi, bahwa perjuangan itu tidak instan. Serta ada banyak sekali dinamika di dalam hidup dan berjuang,” pesan Haedar kepada anak-anak muda.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan suaramuhammadiyah.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab suaramuhammadiyah.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA