Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Usai Taklukkan Makkah, Apa Misi Nabi Kembali ke Madinah?

Rabu 23 Dec 2020 07:45 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi Rasulullah

Ilustrasi Rasulullah

Foto: Republika/Mardiah
Nabi akan selalu bersama kalangan Anshar di Madinah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penaklukkan Makkah kembali merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sangat sentimentil bagi umat Islam. Makkah merupakan pusat ajaran Islam berada, di mana di dalamnya terdapat Ka’bah yang suci. Lantas, untuk apa lagi Nabi harus kembali ke Madinah?

Pakar Ilmu Tafsir asal Indonesia, Prof Quraish Shihab, dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan, usai penaklukkan Kota Makkah terdapat banyak langkah yang Nabi lakukan di awal-awal. Salah satunya adalah memberikan dan menganugerahkan amnesti (pengampunan) kepada penduduk Makkah.

Pemberian amnesti oleh Nabi kepada penduduk Makkah nyatanya justru menimbulkan kekhawatiran kalangan Anshar Madinah yang demikian mencintai dan mengagungkan Rasulullah SAW. Kekhawatiran mereka ini muncul lantaran ditakutkan Nabi tidak ingin kembali lagi ke Madinah.

Namun nyatanya, Rasulullah justru menenangkan kalangan Anshar dan berkata bahwa Nabi akan selalu bersama mereka di Madinah: sehidup-semati. Jika ditelisik dalam sejarahnya, semasa Bai’at Al-Aqabah dilangsungkan, kaum Anshar sudah mengkhawatirkan kejadian serupa.

Namun Nabi Muhammad SAW berjanji sejak itu bahwa beliau akan selalu bersama mereka di Madinah. Demikianlah, maka setelah 19 hari beliau bermukim di Makkah pasca-penaklukkan terjadi, akhirnya Nabi kembali ke Madinah. Sejak itu pula Nabi mendeklarasikan kepada penduduk Makkah dengan jelas perihal prinsip dirinya tentang Madinah.

Rasulullah bersabda: “Laa hijrata ba’dal-fathi walakin jihaadun wa niyyatun,”. Yang artinya: “Tidak ada lagi hijrah ke Madinah sejak kemenangan di Makkah. Yang ada tinggal lah niat yang tulus (melakukan kebajikan) disertai jihad (perjuangan mewujudkannya),”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA