Senin 21 Dec 2020 16:44 WIB

 TPST Piyungan, Sekda DIY: Segera Teratasi

Hingga saat ini, TPST Piyungan masih belum beroperasi karena diblokir oleh warga.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Agus Yulianto
Sampah membludak di depo pembuangan sampah Pasar Kranggan, Yogyakarta. Membludaknya sampah ini imbas truk pengangkut tidak bisa memasuki TPST Piyungan. Imbas penutupan jalan akses masuk lokasi TPST oleh warga sekitar sejak Sabtu (19/12).
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sampah membludak di depo pembuangan sampah Pasar Kranggan, Yogyakarta. Membludaknya sampah ini imbas truk pengangkut tidak bisa memasuki TPST Piyungan. Imbas penutupan jalan akses masuk lokasi TPST oleh warga sekitar sejak Sabtu (19/12).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, penanganan permasalahan sampah di TPST Piyungan, Bantul, tengah dilakukan. Hingga saat ini, TPST Piyungan masih belum beroperasi karena diblokir oleh warga setempat.

"Saat ini pengelola (Piyungan) sedang mengupayakan supaya (permasalahan) segera teratasi," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (21/12).

Aji menyebut, pihaknya masih mengupayakan untuk mengatasi saluran air limbah sampah yang menggenang di TPST Piyungan akibat hujan. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengerukan tanah dan pasir untuk menutup limbah.

"Kalau kita sudah bisa mengatasi saluran-saluran airnya, mudah-mudahan walaupun hujan sudah bisa kita atasi," ujarnya.

Sementara itu, TPST Piyungan sendiri sudah kelebihan kapasitas (overload) sejak 2014 lalu. Namun, hingga saat ini Pemda DIY masih mengoptimalkan Piyungan sebagai tempat pembuangan sampah untuk tiga kabupaten/kota di DIY, yaitu Kabupaten Sleman dan Bantul, serta Kota Yogyakarta.

"(Pengalihan pembuangan sampah ke tempat lain) Belum, kita masih akan mengoptimalkan Piyungan," jelasnya.

Seperti diketahui, Warga yang tinggal di sekitar TPST Piyungan, memblokir akses bagi truk pembuangan sampah. Pemblokiran ini dilakukan karena masyarakat yang sudah gerah akibat adanya antrean panjang truk sampah.

Juru bicara warga sekitar TPST Piyungan, Maryono mengatakan, antrean panjang truk sampah ini bahkan sudah mencapai satu kilometer. Sehingga, akses warga sekitar pun terganggu akibat menumpuknya truk sampah di jalan masuk TPST Piyungan.

"Sangat mengganggu akses masyarakat, di jalannya itu antrean sampai satu kilometer. Itu kurang lebih (sudah) terjadi kurang lebih satu bulan," kata Maryono kepada Republika melalui sambungan telepon, Ahad (20/12).

Maryono menuturkan, pihaknya sendiri sudah menyampaikan permasalahan sampah tersebut kepada Pemda DIY. Namun, belum ada respon dari Pemda DIY untuk menangani permasalahan sampah yang tidak kunjung selesai di TPST Piyungan tersebut.

Sehingga, dilakukan pemblokiran oleh warga terhadap truk sampah yang masuk sejak Jumat (18/12) dan masih berlanjut hingga saat ini. Hal ini juga menjadikan sampah menumpuk, seperti di Kota Yogyakarta karena tidak kunjung dibawa ke TPST Piyungan.

"Satu pekan itu sudah diajukan ke Dinas (Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY) tapi tidak direspon. Dua pekan ditunggu-tunggu juga tidak direspon, akhirnya sampai satu bulan terjadilah penutupan (oleh warga)," ujarnya.

Tidak hanya itu, permasalahan lain seperti drainase juga diminta oleh warga untuk diselesaikan. Termasuk dengan fogging yang tidak kunjung dilakukan hingga saat ini.

Padahal, kata Maryono, warga sudah mengajukan permasalahan tersebut sejak dua tahun lalu. Begitu pun dengan permasalahan bahwa tidak adanya penerangan di jalan menuju TPST Piyungan.

"Hampir dua tahun tidak ada fogging, penerangan jalan juga kurang lebih enam bulan gelap gulita dan (kebersihan) lingkungan juga tidak diperhatikan, serta drainase. Itu juga dua tahun tidak direspon, warga sudah menahan-nahan sampai dua tahun," ucapnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement