Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Pedagang Yakin Harga Beras tak Melonjak Hingga Awal 2021

Senin 21 Dec 2020 13:18 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Beras Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid, mengatakan, situasi perberasan hingga awal tahun depan diyakini tetap aman. Baik pasokan maupun harga hingga menjelang pergantian tahun tetap stabil.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Beras Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid, mengatakan, situasi perberasan hingga awal tahun depan diyakini tetap aman. Baik pasokan maupun harga hingga menjelang pergantian tahun tetap stabil.

Foto: Antara/Ampelsa
Pasokan beras yang masuk ke Pasar Cipinang tetap normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Koperasi Pedagang Pasar Beras Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid, mengatakan, situasi perberasan hingga awal tahun depan diyakini tetap aman. Baik pasokan maupun harga hingga menjelang pergantian tahun tetap stabil.

"Akhir tahun ini hingga Januari-Februari 2021, prediksi saya akan terjadi kesamaan harga karena pasokan daerah masih berjalan," kata Zulkifli kepada Republika.co.id, Senin (12/21).

Zulkifli menuturkan, pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tetap normal karena masih terdapat panen padi meskipun bukan musimnya. Selain itu, bantuan sosial berupa sembako beras pun dinilainya menjadi faktor kuat stabilnya harga hingga saat ini.

Baca Juga

Namun, di sisi lain, bansos beras cukup berpengaruh terhadap permintaan beras ke pedagang. Itu membuat daya beli masyarakat untuk beras sedikit menurun karena sebagian telah terpenuhi lewat bantuan pemerintah.

"Bansos merugikan pedagang tidak juga, tapi intinya sepanjang bansos masih ada, otomasi pembelian untuk beras berkurang," ujarnya.

Kendati demikian, Zulkifli mengatakan, harga beras pada awal tahun depan bisa mengalami kenaikan jika terdapat perubahan kebijakan bantuan sosial. Seperti diketahui, pemerintah dikabarkan akan mengubah sistem bantuan dari bahan sembako pangan menjadi uang tunai.

"Selain harga bisa naik, menurut dengan uang tunai itu akan membuat kekisruhan lebih di rumah tangga karena uang itu bisa digunakan untuk selain pangan," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan bantuan sosial tunai pergerakan masyarakat di luar rumah bisa jadi meningkat. Oleh sebab itu, Zulkifli menilai pemerintah lebih baik mempertahankan kebijakan bansos dalam bentuk pangan agar kebutuhan primer masyarakat bisa tersedia dengan tepat.

Sekretaris Perusahaan Bulog, Awaluddin Iqbal, mengatakan, masih berlangsungnya kegiatan panen padi turut membantu Bulog dalam memperlancar penyerapan beras.

Berdasarkan data terakhir Bulog, total pasokan beras yang tersedia di seluruh gudang Bulog mencapai 1,047 juta ton. Adapun total realisasi operasi pasar beras sudah mencapai 969,5 ribu ton sedangkan pengadaan atau serapan gabah petani setara beras telah tembus 1,25 juta ton.

Pihaknya memastikan, kebutuhan beras jelang Natal dan tahun baru dalam kondisi aman. Bulog, kata dia, secara rutin juga melakukan mobilisasi beras antardaerah agar gudang-gudang jaringan Bulog tetap menyiapkan stok beras.

Menurutnya, tingkat permintaan beras hingga akhir tahun kemungkinan ini relatif stabil. Hal itu salah satunya terlihat dari indikator harga yang juga stabil dalam beberapa bulan terakhir. "Situasi saat ini menunjukkan kondisi yang cukup stabil," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, menjamin ketersediaan bahan pangan pokok pada akhir tahun ini mencukupi. Pihaknya, melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga, turut meninjau dan memantau kondisi pasar.

"Untuk pemantauan seluruh bahan pokok mengenai harga pemerintah juga bekerja sama dengan Satgas Pangan sehingga semua pihak dapat melihatnya," kata Agus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA