Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Anies Imbau Warganya Tetap di Rumah Saat Libur Akhir Tahun

Senin 21 Dec 2020 11:55 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Friska Yolandha

Seorang warga melihat pameran karya peserta Kelas Jurnalis Cilik (KJC) di Kalibaru, Cilincing, Jakarta, Ahad (20/12). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi  hingga 3 Januari 2021 dengan fokus mengendalikan mobilitas warga.

Seorang warga melihat pameran karya peserta Kelas Jurnalis Cilik (KJC) di Kalibaru, Cilincing, Jakarta, Ahad (20/12). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi hingga 3 Januari 2021 dengan fokus mengendalikan mobilitas warga.

Foto: MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA
Warga diminta mencari alternatif kegiatan berlibur di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi hingga 3 Januari 2021 dengan fokus mengendalikan mobilitas warga. Ia pun mengimbau agar warga Jakarta tetap berada di rumah selama periode libur akhir tahun.

“Kami menghimbau masing-masing dari kita menahan diri tidak liburan ke luar rumah apalagi ke luar kota. Jangan sampai liburan yang senangnya mungkin hanya sementara malah membuat orang-orang yang kita sayangi berisiko terpapar Covid-19 dan membuat mereka bahkan kita, terpisah karena harus menjalani isolasi ataupun dirawat karena Covid-19,” kata Anies dalam siaran pers resminya, Senin (21/12).

Salah satu alasannya karena kasus positif Covid-19 di Ibu Kota masih terus meningkat. Kasus baru itu, kata Anies, didominasi oleh klaster keluarga. Per 7-13 Desember 2020 saja terdapat penambahan jumlah positif sebesar 3.821 kasus pada klaster keluarga.

Baca Juga

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati menyarankan agar warga mencari alternatif kegiatan berlibur di rumah. Misalnya, dengan kegiatan memasak bersama keluarga, mengikuti tur virtual, ataupun menghadiri festival seni budaya yang diselenggarakan secara virtual.

“Perlu adanya hiburan pengganti berupa tontonan yang menarik bagi keluarga. Kalau boleh saran, yuk kita galang semua pihak untuk menghadirkan festival rakyat atau tur virtual yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, bahkan di dalamnya (festival atau tur tersebut) kita bisa selipkan pesan-pesan untuk menjaga protokol kesehatan, sehingga hiburannya dapat pesannya juga dapat,” kata Tuty.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA