Senin 21 Dec 2020 02:20 WIB

Naskah Kuno Perkuat Daya Tarik Wisata Religi Sijunjung

Naskah kuno di Surau Simaung memperkuat daya tarik wisata.

Naskah Kuno. ilustrasi
Naskah Kuno. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Peneliti Universitas Andalas Pramono mengatakan keberadaan 88 naskah kuno di Surau Simaung (Surau Syekh Malin Bayang) di Jorong Tapian Diaro memperkuat daya tarik wisata religius Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. Dia mengatakan tradisi ziarah adalah salah satu tradisi massal yang masih berlangsung di tengah masyarakat Sumbar saat ini.

"Naskah kuno di surau bisa memperkuat potensi itu," kata dia, Ahad (20/12).

Baca Juga

Ia menjelaskan bahwa Surau Simaungdi Jorong Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, merupakan salah satu tujuan wisata religius di Sumatra Barat. Setiap tahun, peziarah dari Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Lampung datang ke Surau Simaung. Wilayah itu pada masa lalu memang merupakan salah satu pusat kegiatan ulama.

Pramono bersama tim dari Universitas Andalas pada tahun 2019 melakukan digitalisasi naskah-naskah kuno koleksi Surau Simaung. Digitalisasi dilakukan dengan dukungan dari program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA).

"Selama sebulan kami berhasil mendigitalkan 20.914 halaman naskah dengan lebih dari 200 teks koleksi Surau Simaung," kata Pramono.

Ia mengatakan isi naskah-naskah kuno di Surau Simaung beragam. Naskah kuno mencakup sastra, sejarah, hagiografi, agama, dan pengobatan tradisional.

Naskah-naskah kuno tersebut bisa menjadi inspirasi dalam pengembangan potensi pariwisata daerah. Pramono mencontohkan, ragam hias dalam naskah-naskah kuno bisa dijadikan sebagai desain motif kain untuk suvenir peziarah.

Menurut dia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas mengadakan pelatihan bagi para pakiah (orang yang belajar agama) di Surau Simaung pada Desember 2020.

Ketua LPPM Universitas Andalas Dr. Uyung Gatot S. Dinata mengemukakan perlunya pendampingan jangka panjang untuk mendukung pengelolaan naskah kuno di Surau Simaung.

"Naskah-naskah koleksi Surau Simaung harus dikelola secara baik, sehingga peziarah dapat melihat khazanah naskah tersebut sebagai warisan intelektual ulama pada masa lampau," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement