Ahad 20 Dec 2020 17:48 WIB

Satgas: Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sulbar Penuh

RS rujukan penuh, pasien Covid-19 di Sulbar pun diarahkan untuk isolasi mandiri.

Ilustrasi Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulbar hingga Sabtu (19/12), jumlah kasus Covid-19 di Sulbar sudah mencapai 1.689 kasus.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulbar hingga Sabtu (19/12), jumlah kasus Covid-19 di Sulbar sudah mencapai 1.689 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Barat penuh. Pasien pun diarahkan untuk isolasi mandiri.

"Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), beberapa poliklinik, ruang isolasi, dan ruang karantina Rumah Sakit Regional Sulbar tidak lagi menerima pasien karena kamar sudah penuh," kata salah seorang anggota Satgas Covid-19 Sulbar, dr Muhammad Ichwan, dihubungi di Mamuju, Ahad.

Baca Juga

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulbar hingga Sabtu (19/12), jumlah kasus Covid-19 di Sulbar sudah mencapai 1.689 kasus. Sebanyak 1.429 orang sudah dinyatakan sembuh dan 26 orang dinyatakan meninggal dunia.

Pada Jumat terjadi penambahan 39 kasus positif Covid-19. Sebanyak 37 kasus di antaranya dari Kabupaten Mamuju dan dua kasus dari Polewali Mandar.

"Dari 38 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Mamuju, sebanyak 14 orang di antaranya merupakan tenaga medis di Rumah Sakit Regional Sulbar dan enam orang personel Polda Sulbar," ujar Ichwan yang juga pejabat kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulbar.

Ichwan mengingatkan masyarakat di Sulbar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) ditambah memperkuat imun tubuh. Ia juga mengatakan masyarakat agar mewaspadai gelombang kedua Covid-19 di Sulbar.

"Kita harus mewaspadai gelombang kedua Covid-19 di Sulbar karena kasus positif Covid-19 terus bertambah. Jadi, masyarakat harus tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan 3M ditambah terus memperkuat imun tubuh," kata Ichwan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement