Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Khofifah Ungkap Penyebab Banjir Pamekasan

Ahad 20 Dec 2020 11:05 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

Foto: Pemprov Jawa Timur
Gubernur meminta agar sedimentasi yang cukup tebal penyebab banjir, bisa segara diker

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA --  Banjir akibat luapan Kali Jombang atau yang biasa disebut Kali Gere Manjeng, menggenangi empat kelurahan di Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura. Tingginya sedimentasi dan adanya pintu air yang bermasalah di aliran sungai Jombang, dituding menjadi penyebabnya. Keempat kelurhan yang tergenang banjir itu adalah Kelurahan Patemon, Jungcangcang, Gladak Anyar, dan Parteker. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyangkut permasalahan yang menjadi pemicu terjadinya banjir terbesar selama 20 tahun terakhir di Pamekasan. "Di antarnya akibat tingginya sedimentasi dan adanya pintu air yang bermasalah di aliran sungai Jombang yang berada di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan," kata Khofifah di Surabaya, Ahad (20/12).

photo
Pedagang menyelamatkan barang dagangannya dari banjir di Pasar Gurem Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (19/12/2020). Hujan yang mengguyur sehari sebelumnya selama lebih dari enam jam itu menyebabkan ratusan pemukiman yang tersebar di delapan kelurahan/desa di kawasan tersebut terendam banjir. - (Antara/Saiful Bahri)
Terkait permasalahan-permasalahan tersebut, Khofifah menyatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Dinas PU SDA, serta Tim Balai PUPR di Jawa Timur. Dia meminta, agar sedimentasi yang cukup tebal bisa segara dikeruk, dan pintu air yang bermasalah segara diperbaiki.

"Kita akan kordinasi bersama Pak Bupati  bagaimana agar pintu airnya bisa segera dibenahi dan saat musim kemarau nanti  bisa segera dilakukan pengerukan," ujar Khofifah.

Khofifah menyatakan, akan segera melakukan mitigasi dan evaluasi secara komprehensif untuk mencegah banjir semakin meluas. Apalagi, berdasarkan laporan dari BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur bakal dilanda hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

"Kepala BMKG memang menyampaikan  bahwa di sebagian besar  wilayah di Indonesia ini bisa mencapai puncaknya sampai bulan Februari tetapi harus diantisipasi sampai dengan bulan April," ujarnya.

Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyampaikan, saat ini yang terpenting dan menjadi fokus utamanya adalah keselamatan warga yang terdampak banjir. Dia mengaku, terus berupaya mencegah agar banjir yang terjadi tidak menimbulkan korban. 

"Saat ini yang utama bagi kami adalah keselamatan seluruh warga yang terdampak banjir," kata Badrut Tamam.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA