Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

AS Selidiki Kasus Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 dari Pfizer

Sabtu 19 Dec 2020 19:47 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Vaksin Pfizer-BioNTech

Vaksin Pfizer-BioNTech

Foto: EPA-EFE/Brian Snyder
Reaksi alergi vaksin Covid-19 Pfizer dilaporkan di lebih dari satu negara bagian AS

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Jumat (18/12), sedang menyelidiki sekitar lima reaksi alergi yang terjadi. Kondisi itu terjadi kepada orang-orang diberikan vaksin Covid-19 dari Pfizer Inc dan BioNTech SE di Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA, Dr. Peter Marks, mengatakan reaksi alergi telah dilaporkan di lebih dari satu negara bagian, termasuk di Alaska. Dia menjelaskan, bahan kimia yang disebut polietilen glikol (PEG) merupakan bahan dalam vaksin Pfizer bisa menjadi penyebab reaksi tersebut.

Baca Juga

Marks mengatakan, bahwa reaksi alergi terhadap PEG bisa jadi lebih umum daripada yang dipahami sebelumnya. Kasus di Alaska mirip dengan dua kasus yang dilaporkan pekan lalu di Inggris.

Regulator medis Inggris telah mengatakan bahwa siapa pun dengan riwayat anafilaksis atau reaksi alergi parah terhadap obat atau makanan, tidak boleh diberi vaksin Pfizer-BioNTech. Namun, FDA telah mengatakan bahwa kebanyakan orang Amerika yang alergi harus dipastikan dalam kondisi aman untuk menerima vaksin.

Orang yang sebelumnya memiliki reaksi alergi parah terhadap vaksin atau bahan dalam vaksin khusus ini yang harus menghindari suntikan. Regulator juga mensyaratkan bahwa perawatan medis yang tepat untuk reaksi alergi  harus tersedia saat suntikan diberikan jika terjadi reaksi anafilaksis.

Selain vaksin Pfizer-BioNTech, kandungan PEG juga terdapat dalam vaksin Moderna. FDA mengatakan vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada individu yang diketahui memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap komponen suntikan. Vaksin itu baru saja mendapatkan persetujuan darurat untuk digunakan di AS. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA