Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Lagi, Polri Ambil Alih Kasus Kerumunan Habib Rizieq

Jumat 18 Dec 2020 21:07 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ilham Tirta

HRS saat ditahan oleh Polda Metro Jaya.

HRS saat ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Foto: Dok. Ss
Polri beralasan kasus kerumunan massa terjadi di dua lokasi berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bareskrim Polri bakal mengambil alih seluruh kasus kerumunan massa yang melibatkan Habib Rizieq Shihab (HRS). Setidaknya, ada dua kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh tokoh Front Pembela Islam (FPI), yaitu di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian R Djajadi menjelaskan, peralihan itu dilakukan karena tersebar di berbagai lokasi kasus. “Iya karena kan kasus kerumunan itu ada terjadi di Jakarta dan di Jabar, maka disatukan di Bareskrim,” ujar Andi saat dikonfirmasi, Jumat (18/12).
 
Kendati demikian, kata Andi, penyidikan bakal melibatkan penyidik dari daerah kejadian kerumunan massa. Pelimpahan kasus juga, dikatakannya, tidak bakal berdampak pada pengusutan kasus. Namun, Andi tidak bisa memastikan, apakah status hukum yang menjerat HRS sebagai tersangka, bisa tetap sesuai keputusan sebelumnya.
 
“Itu yang sekarang masih dibicarakan di Polda Metro. Teknisnya, masih proses rapat, saya sendiri lagi rapat di Bareskrim. Nanti kamu update lagi,” terang Andi.
 
Bareskrim sebelumnya mengambil alih penyidikan kasus penyerangan yang berujung penembakan mati 6 orang laksar FPI pada Senin, 7 Desember 2020. Alasanya, lokasi kejadian berada di wilayah Karawang Barat.
 
Diketahui, FPI membantah adanya serangan oleh enam laskar itu terhadap polisi yang membuntuti rombongan HRS di Tol Jakarta-Cikampek. Ali-alih menyerang, FPI menyebut enam orang itu adalah korban penculikan dan pembantaian.
 
Kasus itu juga tengah diselidiki oleh Komnas HAM. Penyidik Komnas HAM telah melakukan olah TKP di sejumlah lokasi dan memeriksa saksi-saksi. Awal pekan lalu, Komnas HAM telah meminta keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan pihak Jasa Marga. Pada Kamis kemarin, Komnas HAM juga mengonfirmasi kondisi jenazah enam laskar FPI kepada tim dokter Mabes Polri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA