Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Kapolres Janji Sampaikan Tuntutan Massa Aksi di Tasikmalaya

Jumat 18 Dec 2020 19:08 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ilham Tirta

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan menenangkan massa aksi yang melakukan unjuk rasa di Polresta Tasikmalaya, Jumat (18/12).

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan menenangkan massa aksi yang melakukan unjuk rasa di Polresta Tasikmalaya, Jumat (18/12).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Massa aksi meminta kasus pembunuhan enam laskar FPI diusut tuntas.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) menggelar aksi di depan Polresta Tasikmalaya, Jumat (18/12). Massa menuntut kasus tewasnya enam orang laskar Front Pembela Islam (FPI) diusut tuntas.  

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi massa aksi kepada pimpinannya di Jakarta. "Saya memahami apa yang dirasakan saudara-saudara semua. Saya selaku Kapolres akan menyampaikan aspirasi saudara-saudara dari Almumtaz," kata dia di hadapan massa aksi.
 
Ia juga meminta restu kepada masyarakat agar bisa terus menjalankan tugasnya secara profesional dan amanah. Massa pun memberi applause kepada Kapolres yang berani hadir langsung di tengah massa aksi.
 
Ribuan orang mendatangi Polresta Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasinya kepada aparat kepolisian. Terdapat enam poin yang disampaikan massa aksi.
 
Pertama, massa aksi mengutuk keras kejadian yang menewaskan enam orang laskar FPI. Kedua, massa menuntut kasus yang dinilai melangga HAM itu diusut tuntas dengan membentuk tim independen pencari fakta. Ketiga, massa aksi menyerukan untuk menyetop kriminalisasi ulama. 
 
Massa aksi juga meminta aparat kepolisian menangkap Denny Siregar yang telah melecehkan santri di Tasikmalaya. Selanjutnya, massa juga meminta aparat bekerja secara profesional, kembali melayani dan memgayomi masyarakat. Terakhir, seluruh elemen umat Islam harus menahan diri agar tidak terprovokasi dengan berita yang tersebar.
 
Berdasarkan pantauan Republika.co.id, jalannya aksi itu berlangsung kondusif. Setelah mendengar jawaban dari Kapolres, massa membubarkan diri dengan tertib. Massa mulai bubar dari Polresta Tasikmalaya pada sekira pukul 16.00 WIB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA