Jumat 18 Dec 2020 17:36 WIB

Wishnutama Optismtis Pariwisata Bisa Kembali Topang Ekonomi

Wishnutama melihat peluang wisatawan nusantara masih belum banyak digali.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Wishnutama Kusubandio. Wishnutama optimistis sektor pariwisata akan kembali menopang ekonomi nasional.
Foto: istimewa
Wishnutama Kusubandio. Wishnutama optimistis sektor pariwisata akan kembali menopang ekonomi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan AirAsia Indonesia dalam membuat bundling package. Hal tersebut diapresiasi karena dalam beberapa waktu ke depan, wisatawan domestik masih akan jadi tumpuan sektor pariwisata pascapandemi.

PHRI akan menyertakan harga-harga terbaik dari anggotanya untuk dimasukkan dalam paket bersama harga tiket pesawat AirAsia. Paket-paket ini akan didistribusikan melalui jejaring bisnis masing-masing pihak agar dapat diakses masyarakat yang ingin kembali bepergian di Indonesia.

Baca Juga

Paket wisata itu rencanyanya akan direalisasikan dan dapat diakses mulai kuartal I 2021 dimana periode ini dianggap low season di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, walaupun pariwisata saat ini sangat terdampak, tapi ia yakin ke depan sektor pariwisata justru bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Apalagi, wisatawan nusantara memegang peranan penting, di mana industri penerbangan di Indonesia 80 persen ditopang pasar domestik.

Terlebih, tahun lalu terdapat tujuh juta wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri dengan jumlah pengeluaran yang cukup besar di luar negeri. "Ini peluang yang sebenarnya belum digali," kata Wishnutama melalui siaran pers Kemenparekraf, Jumat (18/12).

Oleh karena itu, sementara perbatasan belum dibuka, lanjut Wishnutama, pemangku kepentingan sektor pariwisata fokus pada wisatawan nusantara. Begitu juga ke depan, ia ingin mengingatkan pelaku industri aviasi, strategi ke depan adalah inbound bukan outbound.

Ia mengatakan, Kemenparekraf akan terus berupaya melakukan berbagai program dan rencana yang tepat ke depan agar sektor pariwisata bisa bangkit. Tidak hanya hibah pariwisata, sertifikasi CHSE gratis, tapi juga berbagai program lainnya.

"Kami yakini pariwisata bisa bangkit dengan komitmen kuat  menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement