Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Dua Pekan, Kasus Covid-19 di Bandung Bertambah 1.024 Kasus

Jumat 18 Dec 2020 17:14 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area pemeriksaan Rapid Test Antigen di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat (18/12). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan orang keluar kota di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta wajib melakukan rapid test antigen. Foto: Abdan Syakura/Republika

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area pemeriksaan Rapid Test Antigen di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat (18/12). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan orang keluar kota di daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta wajib melakukan rapid test antigen. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
50 persen penyebaran Covid-19 di kota Bandung pada usia produktif usia 20-50 tahun

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG- Kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung dalam dua pekan terakhir bertambah 1.024 kasus.  Sedangkan total kasus Covid-19 kumulatif mencapai 4.891 kasus hingga Kamis (17/12) kemarin. Level kewaspadaan masih berada di zona merah atau risiko tinggi yaitu 1.65.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan Kota Bandung masih berada pada zona resiko tinggi dengan menunjukan kasus harian konfirmasi positif yang terus meningkat dengan skor sebesar 1.65. Menurutnya, angka tersebut turun dari minggu sebelumnya yaitu dari 30 November hingga 6 Desember sebesar 1.80.

"Total konfirmasi positif di Kota Bandung adalah sebesar 4.891, bertambah 1.024 kasus dalam rentang waktu 14 hari," ujarnya, Jumat (18/12). Namun, menurutnya total konfirmasi aktif turun 68 kasus dengan total 710 kasus.

Ia melanjutkan, angka kesembuhan di Kota Bandung meningkat mencapai 82.52 persen yaitu sebanyak total 4.036 pasien yang telah sembuh. Sedangkan pasien yang meninggal dunia sebanyak 145 orang.

Menurutnya, kasus kematian didominasi oleh kelompok usia lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes Melitus, hipertensi dan penyakit jantung. Selain itu, libur panjang pada November lalu berdampak kepada peningkatan kasus positif di Kota Bandung periode 30 November hingga 6 Desember mencapai 624 kasus. "Mayoritas warga Kota Bandung yang terpapar merupakan warga yang beraktifitas dan berkegiatan di luar rumah," katanya.

Ia mengatakan, 50 persen penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bandung terbanyak berada pada kelompok usia produktif usia 20-50 tahun. Menurutnya, usia produktif tersebut menyumbang sebanyak 2.616 kasus dari total konfirmasi positif yang sebanyak 4.891 di Kota Bandung.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di usia produktif untuk meningkatkan kewaspadaannya dengan terus berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sayangi keluarga, jaga keluarga kita," katanya.

Oded menambahkan, penyebaran Covid-19 di klaster keluarga masih meningkat hingga mencapai total 104 kepala keluarga dengan 275 kasus. Menurutnya, kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Sukajadi.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA