Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Mengapa Rasulullah tak Boleh Digambar?

Jumat 18 Dec 2020 16:39 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani

Rasulullah SAW. Ilustrasi

Rasulullah SAW. Ilustrasi

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Sebagai utusan terbaik, tidak akan ada yang mampu menggambarkan sosok Rasulullah.

REPUBLIKA.CO.ID, Rasulullah adalah sosok manusia yang paling mulia. Ia membawa manusia menemukan kebenaran yakni meyakini, menyembah dan mentaati Allah. Meski demikian, sosok Rasulullah dilarang untuk digambar, dilukis. Mengapa demikian?

Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Muhammad Nur Hayid atau akrab disapa Gus Hayid menjelaskan beberapa hal yang menjadi sebab tidak bolehnya sosok Rasulullah digambar, dilukis maupun di perankan sosoknya dalam film. Ia menjelaskan Rasulullah merupakan Nabi dan Rasul terbaik yang diutus Allah untuk memberi penjelasan dan risalah membimbing umat manusia. Karena itu sebagai utusan yang terbaik, tidak akan ada yang mampu menggambarkan sosok Rasulullah dalam bentuk apapun.

Menurut Gus Hayid berdasarkan kaidah ushul fikih yakni menutup kemungkinan lahirnya suatu yang buruk atau menutup potensi munculnya kemudharatan maka para ulama bersepakat bahwa haram hukumnya melukis, menggambar Rasulullah.

Pada sisi lain, Gus Hayid mengatakan tak akan ada seorang pun manusia yang bisa menggambar atau melukis sosok Rasulullah dengan persis. Menurutnya menggambar atau melukis Rasulullah justru akan menimbulkan pelecehan dan penghinaan terhadap sosok Rasulullah yang mulia. “Yang terjadi ketika Rasulullah digambar adalah pelecehan, penghinaan terhadap sosok agung ini. Karena terjadi pembohongan terhadap wajahnya Rasulullah. Karena tidak mewakili disana bagaiaman hidungnya, bibirnya, lisannya penglihatannya, itu tidak akan pernah bisa seperti Rasulullah,” kata Gus Hayid kepada Republika pada Jumat (18/12).

Menurutnya konsekuensi menggambar, melukis sosok Rasulullah justru sangat berbahaya. Sebab orang yang menggambar Rasulullah dapat tergolong orang yang berbohong atas nama Rasulullah. Sementara orang yang berbohong atas nama Rasulullah mendapatkan tempat di neraka. Keterangan ini dapat ditemukan dalam hadits di kitab Sahih Muslim. Bahkan menurut Gus Hayid bila kemudian Rasulullah di gambar terdapat kerawanan gambar akan tercecer dan berpotensi terjadi penghinaan terhadap Rasulullah.

“Jadi kenapa dilarang digambar maupun di pernakan dalam film, karena memang kita tidak akan menemukan sosok seperti Rasulullah baik dalam sosok fisiknya, wajahnya, maupun non fisikny seperti akhlaknya Rasulullah,” tutur Gus Hayid.

Selain itu menurut Gus Hayid terdapat potensi pengkultusan atau bahkan penyembahan bila sosok Rasulullah digambar.  Sebab itu menurut Gus Hayid untuk mengenal sosok Rasulullah cukup dengan melalui keterangan-keterangan baik dalam Al Quran maupun hadits-hadits Rasulullah. Di mana dijelaskan sosok Rasulullah yang memiliki ketampanan melebihi ketampanan Nabi Yusuf. Dalam sejumlah riwayat juga dijelaskan bahwa fisik Rasulullah tidak tinggi dan tidak pendek, tidak gemuk dan tidak kurus, berambut hitam dan wajahnya selalu tersenyum.

“Seandainya Rasulullah boleh digambar tentu sudah banyak orang yang menggambar Rasulullah sejak dulu meskipun tidak akan mungkin persis juga. Sebab pada zaman itu juga sudah banyak orang yang bisa melukis,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA