Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

ACT Tasikmalaya Bantu Pemenuhan Gizi Anak

Jumat 18 Dec 2020 14:41 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Hiru Muhammad

ACT Tasikmalaya mendistribusikan bantuan kepada anak di Kota Tasikmalaya.

ACT Tasikmalaya mendistribusikan bantuan kepada anak di Kota Tasikmalaya.

Foto: act Tasikmalaya
ACT Tasikmalaya juga telah menyalurkan 384 paket bantuan sejak Kamis (17/12)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA--Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar program pemenuhan gizi anak untuk anak-anak di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Program itu berupa pendistribusikan bantuan pemenuhan gizi bagi bayi di atas 6 bulan hingga 5 tahun.

Tim Program ACT Tasikmalaya, Demi Djenaida mengatakan, program pemenuhan nutrisi anak bangsa ACT Tasikmalaya ini sudah berjalan di 13 tempat di Tasikmalaya dan sekitarnya. Namun, program itu masih akan terus berjalan dan ditargetkan menjangkau lima tempat lainnya.

“Program pemenuhan nutrisi anak bangsa ini sebetulnya sudah dimulai sejak awal bulan November 2020 dengan mendistribukan bantuan susu untuk anak-anak, dan Alhamdulillah sekarang bantuan paket bubur bayi sudah didistribusikan ke 5 tempat yang mencakup, Kabupaten Tasik, Kota Tasik, dan Kabupaten Ciamis," kata dia melalui keterangan resmi, Jumat (18/12).

Ia menyebutkan, pada Kamis (17/12) kemarin, ACT Tasikmalaya juga telah menyalurkan 384 paket bantuan yang didistribusikan bekerja sama dengan posyandu Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Di tempat itu, menurut dia, masih terdapat bayi yang pertumbuhannya belum sesuai dengan standar, stunting, dan lain sebagainya.

"Insya Allah akan terus berjalan dengan target lima tempat lagi, dengan jumlah total penerima manfaat sebanyak 1.280 orang anak-anak. Proses distribusi tetap memberlakukan protokol kesehatan," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pendamping Kader Posyandu Melati, Kelurahan Argasari, Dadah Konidah mengakui, saat ini masih ada beberapa kasus stunting atau anak dengan petumbuhan bawah garis merah (BGM) di wilayahnya. "Alhamdulillah dengan adanya program ini kami sangat senang sekali. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus bersinergi dalam program kemanusiaan khususnya untuk bayi dan anak-anak di daerah ini," kata dia.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA