Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Perjalanan Pertama Nabi Muhammad ke Syam

Jumat 18 Dec 2020 13:58 WIB

Red: Ani Nursalikah

Perjalanan Pertama Nabi Muhammad ke Syam

Foto:
Nabi Muhammad melakukan perjalanan ke Syam bersama pamannya Abu Thalib.

Versi lain menyebutkan setelah mengetahui dari kitab suci Taurat dan Injil yang dipelajarinya, bahwa akan muncul Nabi akhir zaman dari Makkah, maka Buhaira selalu mengamati kafilah dagang yang datang dari Makkah. Maka tatkala dia melihat dalam rombongan Abu Thalib ada seseorang yang selalu dinaungi oleh awan, maka dia berinisiatif menjamu rombongan tersebut.

Satu riwayat menyatakan Muhammad kecil ikut dibawa menghadiri perjamuan, tapi versi lain menyebutkan Muhammad tidak dibawa, tetapi kemudian Buhaira meminta supaya anak kecil itu dibawa.

Dalam perjamuan itulah Buhaira memperhatikan Muhammad dan mengamatinya secara mendalam lalu menemukan tanda-tanda nubuwah pada dirinya. Setelah jamuan usai, Buhaira menanyakan kepada Abu Thalib siapa anak kecil yang bersamanya itu.

Abu Thalib menjawab: “Anakku.” “Seharusnya bapaknya sudah meninggal,” kata Buhaira. Abu Thalib membenarkan dan menjelaskan bahwa anak kecil itu adalah anak saudaranya. Bapaknya sudah meninggal tatkala dia masih dalam kandungan ibunya.

Buhaira membenarkan Abu Thalib dan menyarankan supaya Muhammad segera dibawa kembali ke Makkah dan waspadalah terhadap orang-orang Yahudi. “Demi Allah, kalau orang-orang Yahudi mengetahui apa yang aku ketahui tentang anak itu tentu mereka akan mencelakai anak itu. Urusan anak saudaramu itu adalah urusan yang sangat besar.” Demikian peringatan pendeta Nasrani tersebut. (Muhammad Sulaim: As-Sirah an-Naabwiyah 211)

Hanya sekali itu Abu Thalib membawa Muhammad menempuh perjalanan jauh ke Syam. Abu Thalib pun tidak pernah lagi melakukan perjalanan ke Syam, dia merasa cukup dengan harta yang didapatnya walaupun tidak seberapa.

Dia menetap di Makkah mengasuh dan membesarkan anak-anaknya dan terutama kemenakan yang sangat disayanginya Muhammad. Muhammad pun tinggal dengan pamannya, menerima apa adanya. Dia mengerjakan apa yang biasa dikerjakan oleh anak-anak seusianya. (Hayâtu Muhammad:57)

Muhammad selalu dilindungi oleh Allah. Tidak pernah mengerjakan hal-hal yang tidak terpuji. Sebagaimana seluruh nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad adalah seorang mitsaliyah sejak lahir dan sepanjang hidupnya. Nanti setelah jadi pemuda dewasa, baru Muhammad pergi lagi ke Syam berniaga membawa barang dagangan milik Khadijah. 

-----

Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah Edisi 16 Tahun 2018

 

 

https://www.suaramuhammadiyah.id/2020/12/08/nabi-muhammad-saw-5-perjalanan-pertama-ke-syam/

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA