Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Penasihat Pangan dan Obat AS Rekomendasikan Vaksin Moderna

Jumat 18 Dec 2020 10:08 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

 Papan masuk firma bioteknologi Moderna di Norwood, Massachusetts. Moderna adalah salah satu lembaga yang turut mengembangkan vaksin Covid-19 mRNA-1273.

Papan masuk firma bioteknologi Moderna di Norwood, Massachusetts. Moderna adalah salah satu lembaga yang turut mengembangkan vaksin Covid-19 mRNA-1273.

Foto: EPA-EFE/CJ GUNTHER
Jika rekomendasi disetujui, AS akan memiliki dua produk untuk vaksinasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Panel penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah merekomendasikan penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna. Jika rekomendasi disetujui, AS akan memiliki dua produk vaksin untuk kampanye vaksinasi yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Pada Kamis (17/12) lalu, panel penasihat FDA telah melakukan pemungutan suara terkait penggunaan vaksin Moderna untuk individu berusia 18 tahun ke atas. Sebanyak 20 memilih menyetujui, sedangkan satu lainnya abstain.

Mereka yang setuju sepakat bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya. "Kedua vaksin baru ini diharapkan akan membantu mematahkan pandemi," kata Arnold Monto dari University of Michigan yang mengetuai panel penasihat FDA.

Kini keputusan akhir berada di tangan FDA. Jika FDA memberikan otorisasi penggunaan darurat, Moderna akan mulai menyuplai jutaan dosis untuk kampanye vaksinasi di Negeri Paman Sam.

Pada Selasa (15/12) lalu, laporan FDA menyebut vaksin Moderna memiliki keefektifan 94,5 persen. FDA tidak menemukan reaksi alergi yang parah dalam data Moderna. Meski tak terlalu serius, terdapat efek samping dari penggunaan vaksin tersebut seperti ruam dan gatal-gatal.

AS mulai melakukan kampanye vaksinasi pada Senin (14/12) lalu. Seorang petugas kesehatan di New York menjadi orang yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech.

Sejauh ini AS telah melaporkan lebih dari 17,1 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal melampaui 310 ribu jiwa. AS menjadi negara dengan jumlah kasus dan angka kematian tertinggi di dunia.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA