Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

WHO akan Selidiki Asal Virus Corona, Ini Respons China

Jumat 18 Dec 2020 09:17 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

WHO menyelidiki asal-usul virus yang memicu pandemi COVID-19.

WHO menyelidiki asal-usul virus yang memicu pandemi COVID-19.

WHO akan menyelidiki asal-usul virus yang memicu pandemi COVID-19.

Babatunde Olowokure, Direktur Darurat Regional WHO di Pasifik Barat, mengatakan dalam konferensi pers bahwa organisasi tersebut tengah melakukan pembicaraan dengan Beijing mengenai lokasi yang akan didatangi para penyelidik.

"WHO terus menghubungi Cina dan membahas tim internasional serta tempat-tempat yang mereka kunjungi," kata Olowokure.

"Pemahaman kami saat ini adalah bahwa Cina menyambut tim internasional dan kunjungan mereka ... sejauh yang kami ketahui, rencana ini akan dilakukan pada awal Januari," katanya.

Pada hari Rabu (16/12), seorang anggota dan diplomat WHO mengatakan kepada Reuters bahwa misi internasional yang dipimpin oleh WHO diperkirakan akan berangkat ke Cina pada minggu pertama Januari 2021 untuk menyelidiki asal-usul virus yang memicu pandemi COVID-19.

Amerika Serikat, yang menuduh Cina telah menyembunyikan sejauh mana wabah tersebut menyebar, telah menyerukan penyelidikan WHO yang "transparan" dan mengkritik persyaratannya, karena memungkinkan para ilmuwan Cina melakukan tahap pertama penelitian pendahuluan.

Sebelum Cina, virus merebak di Eropa

Media pemerintah Cina melaporkan virus itu berada di luar negeri sebelum ditemukan di Wuhan, mengutip keberadaan virus pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim telah beredar di Eropa tahun lalu.

Mengacu pada diskusi yang sedang berlangsung dengan Cina, kata Olowokure dalam konferensi pers: "Ini tentu saja penting bagi kami dan untuk mendapatkan gambaran keseluruhan tentang bagaimana penyelidikan akan berjalan."

Lebih dari 72,92 juta orang dilaporkan telah terinfeksi virus corona secara global dan sedikitnya 1.641.733 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Infeksi tersebut terjadi di lebih dari 210 negara, sejak kasus pertama muncul di Cina pada Desember 2019.

ha/rap (Reuters)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA