Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Produksi Massal Vaksin Covid-19 Pfizer Terkendala

Kamis 17 Dec 2020 16:58 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Vaksin Pfizer-BioNTech

Vaksin Pfizer-BioNTech

Foto: EPA-EFE/Michael Reynolds
Perusahaan Pfizer mengatakan bisa menghadapi tantangan produksi vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) Alex Azar mengatakan, bahwa pejabat AS diminta bekerja dengan Pfizer Inc untuk memaksimalkan kapasitas produksi vaksin Covid-19. Perusahaan farmasi Pfizer Ink mengatakan, pihaknya mungkin bakal menghadapi tantangan produksi.

Namun demikian, Pfizer belum menanggapi hal itu. Namun pada pekan lalu, kepala Eksekutifnya Albert Bourla mengatakan kepada CNBC bahwa pihaknya meminta pemerintah AS untuk menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan demi meringankan beberapa pembatasan pasokan kritis, terutama di beberapa komponen. Dia tidak memberikan rincian detailnya tentang kekurangan itu.

Baca Juga

Para pejabat AS juga tidak menguraikan apa tantangan manufaktur spesifik itu. Mereka mengatakan bahwa sangat akrab dengan bahan dan peralatan pembuatan yang dibutuhkan untuk membuat vaksin berdasarkan pekerjaan mereka dengan pembuat obat lain.

"Kami baru-baru ini telah diberi tahu oleh mereka tentang berbagai tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam manufaktur mereka, dan kami akan memastikan bahwa dengan mekanisme apa pun, kami memberikan dukungan penuh kepada mereka untuk memastikan bahwa mereka dapat memproduksi untuk rakyat Amerika," kata Azar seperti dikutip laman Aljazirah, Kamis (17/12).

Pekan lalu, Kepala Eksekutif mitra Pfizer, BioNTech Ugur Sahin mengatakan, target produksi awal 2020 Pfizer sebesar 100 juta dosis dikurangi setengahnya awal tahun ini sebagian karena masalah dengan pasokan bahan mentah. Dia mengatakan itu telah diselesaikan dan produksi telah dimulai dalam skala besar.

Kepala Penasihat Operation Warp Speed Dr Moncef Slaoui mengatakan, bahwa pemerintah AS tengah dalam pembicaraan aktif dengan Pfizer untuk mendapatkan 100 juta dosis tambahan. Itu merupakan kontrak dengan Pfizer untuk opsi membeli hingga 500 juta dosis tambahan dengan harga yang tidak ditentukan.

Para pejabat AS mengatakan bahwa AS telah menyepakati 300 juta dosis vaksin antara suntikan Pfizer/BioNTech dan satu dari Moderna dalam beberapa bulan mendatang. Total 900 juta dosis dari pembuat obat yang mengembangkan vaksin Covid--19 juga akan terlaksana. "Vaksin Moderna kemungkinan akan disahkan secepatnya pada Jumat," kata para pejabat AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA