Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Inggris tak Longgarkan Pembatasan Sosial Saat Natal

Kamis 17 Dec 2020 15:06 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

 Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Foto: AP/John Sibley/Pool Reuters
Inggris telah mencatatkan lebih dari 1,9 juta kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan negaranya tidak akan melonggarkan aturan pembatasan Covid-19 menjelang dan selama perayaan Natal. Dia pun meminta warga menimbang tentang rencana mereka selama liburan.

“Kami telah memutuskan bahwa situasi secara keseluruhan, sayangnya lebih buruk, lebih menantang daripada yang kita harapkan ketika kita pertama kali menetapkan aturan,” kata Johnson dalam konferensi media pada Rabu (16/8).

Oleh sebab itu, dia tidak akan melonggarkan aturan pembatasan. “Kami menjaga hukum tetap sama, tapi kami semua ingin mengirimkan pesan yang sama: Natal yang lebih kecil akan menjadi Natal yang lebih aman dan Natal yang lebih pendek adalah Natal yang lebih aman,” ujar Johnson.

Inggris diketahui telah memulai proses vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech. Ia menjadi negara pertama di dunia yang memberi persetujuan darurat penggunaan vaksin milik kedua perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) dan Jerman tersebut.

Berdasarkan data John Hopkins University, hingga Kamis (17/12), Inggris telah mencatatkan lebih dari 1,9 juta kasus Covid-19. Korban meninggal akibat pandemi di negara tersebut melampaui 65 ribu jiwa.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA