Kamis 17 Dec 2020 18:21 WIB

Aktivis Muslim India Dipenjara karena Sholat di Kuil

Pendeta yang mengizinkannya sholat justru mengajukan tuntutan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Aktivis Muslim India Dipenjara karena Sholat di Kuil.
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Aktivis Muslim India Dipenjara karena Sholat di Kuil.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang aktivis Muslim di India Faisal Khan dipenjara karena sholat di sebuah kuil Hindu. Ia mendapatkan dukungan dari aktivis Hindu karena Faisal Khan terkenal sebagai sosok aktivis perdamaian antaragama.

Pendukung Faisal Khan mengatakan dia mengunjungi kuil di negara bagian Uttar Pradesh di India utara pada akhir Oktober, untuk mendorong kerukunan komunal selama periode ketegangan antaragama yang meningkat. Mereka juga berpendapat, setelah pertemuan yang ramah, pendeta kuil mengundang Khan dan mengizinkan Khan sholat di belakang kompleks kuil.

Baca Juga

Beberapa hari kemudian, foto Khan dan seorang rekan yang sedang berdoa di kuil menjadi viral di media sosial. Pendeta yang sama mengajukan pengaduan ke polisi setempat dan menuduh Khan atas sejumlah tuduhan, termasuk mempromosikan permusuhan antara kelompok-kelompok agama dan mencemari tempat ibadah.

Khan ditangkap pada 2 November dan dipenjara tanpa jaminan di kota Mathura. Sunita Viswanath, seorang warga New York dan aktivis Hindu progresif meningkatkan kesadaran tentang penangkapan tersebut.

Dia menggambarkan Khan sebagai seorang aktivis yang pengabdiannya pada non-kekerasan dan persatuan antaragama mengikuti jejak pemimpin kemerdekaan India Mohandas Gandhi. "Penangkapan Khan adalah contoh lain bagaimana Hindutva, sebuah ideologi yang menopang nasionalisme Hindu, telah menghasilkan versi Hindu yang tidak saya kenali," katanya dilansir di HuffPost, Kamis (17/12).

"Sebagai seorang Hindu, saya tidak ada masalah jika seseorang, siapa pun, berdoa di dalam kuil," kata Viswanath dalam email, menunjuk ke sebuah ayat dari Bhagavad Gita, di mana dewa Hindu Sri Krishna mengatakan dia menerima persembahan yang diberikan oleh mereka yang memiliki cinta dan pengabdian di hati mereka. 

“Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa penangkapan Faisal Khan adalah karena fakta seseorang yang beragama Islam, yang mengabdikan (usahanya) untuk India yang tidak melihat perbedaan antara komunitas yang berbeda, tidak diterima di Hindutva India saat ini,” kata Viswanath.

Khan adalah seorang aktivis dari Uttar Pradesh yang berusaha menghidupkan kembali Khudai Khidmatgars, sebuah gerakan perlawanan anti-penjajah tanpa kekerasan yang muncul pada 1930-an dan memiliki hubungan dekat dengan Gandhi. Rekannya di zaman modern, yang diluncurkan pada 2011, membahas ketidaksetaraan sosial dan pendidikan di India dan dilaporkan telah menarik orang dari beragam tradisi agama.

“(Khan) lebih tertarik pada cinta dan persatuan daripada politik. Dia melihat tidak ada perbedaan antara Tuhan Muslim dan Dewa Hindu," kata Viswanath.

Khan juga duduk di dewan penasihat  Hindu untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi advokasi berbasis di AS yang didirikan Viswanath untuk mempromosikan pluralisme agama di Amerika dan India. Haimanti Roy, seorang sejarawan di Universitas Dayton, masih berhati-hati dalam membandingkan Khan dengan Gandhi dan Khudai Khidmatgar, mengingat konteks sejarah mereka yang sama sekali berbeda.

Tetapi ketika berbicara tentang hubungan Hindu-Muslim, Roy mengatakan dalam email Khan memang sangat Gandhi dalam pendekatannya. "Khan mencari harmoni komunal dan memikirkan sekularisme seperti yang akan dilakukan Gandhi, dengan pandangan ke arah kesetaraan semua agama," ujar Roy.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement