Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Makan Alpukat, Cara Enak Jaga Kesehatan Pencernaan

Jumat 18 Dec 2020 02:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Alpukat berukuran sedang mengandung sekitar 12 gram serat. Konsumsi serat, tak hanya baik bagi tubuh manusia tetapi juga penting untuk mikrobioma di dalam usus.

Alpukat berukuran sedang mengandung sekitar 12 gram serat. Konsumsi serat, tak hanya baik bagi tubuh manusia tetapi juga penting untuk mikrobioma di dalam usus.

Foto: Pixabay
Konsumsi alpukat menurunkan asam empedu dan meningkatkan asam lemak rantai pendek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alpukat tak hanya dikenal sebagai buah yang lezat, tetapi juga menyehatkan. Salah satu manfaat yang mungkin jarang diketahui adalah alpukat dapat membantu menjaga kesehatan usus.

Peneliti dari Divisi Ilmu Gizi University of Illinois College of Agriculture Sharon Thompson mengatakan, alpukat telah diketahui dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Konsumsi alpukat sudah dikenal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

"Tapi kita tidak tahu bagaimana alpukat mempengaruhi mikrobioma usus, dan metabolit yang diproduksi mikrobioma itu," ujar Thompson, seperti dilansir Times Now News.

Thompson dan tim penelitinya lalu melakukan sebuah studi yang melibatkan 163 partisipan dewasa. Para partisipan ini berusia 25-45 tahun dan memiliki bentuk tubuh kegemukan serta obesitas, namun dalam kondisi sehat.

Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok di mana kedua kelompok ini mengonsumsi makanan yang serupa setiap hari. Perbedaannya, kelompok pertama juga mengonsumsi alpukat setiap hari sedangkan kelompok kedua atau kelompok kontrol tidak.

Setelah melakukan studi, Thompson dan tim penelitinya menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi alpukat setiap hari memiliki lebih banyak mikrobioma usus yang dapat memecah serat dan memproduksi metabolit untuk menunjang kesehatan usus. Selain itu, mereka juga memiliki keberagaman mikrobioma yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang tidak mengonsumsi alpukat setiap hari.

"Konsumsi alpukat menurunkan asam empedu dan meningkatkan asam lemak rantai pendek, perubahan ini berkaitan dengan hasil kesehatan yang bermanfaat," tambah Thompson.

Thompson menjelaskan bahwa tiap jenis lemak memiliki efek yang berbeda terhadap mikrobioma di usus. Lemak dari alpukat merupakan lemak tak jenuh tunggal yang juga dikenal sebagai lemak menyehatkan untuk jantung.

Alpukat berukuran sedang mengandung sekitar 12 gram serat. Konsumsi serat, tak hanya baik bagi tubuh manusia tetapi juga penting untuk mikrobioma di dalam usus.

"Kita tidak bisa memecah serat makanan, tetapi mikrobioma usus tertentu bisa. Ketika kita mengonsumsi serat makanan, itu merupakan hal yang menguntungkan untuk mikrobioma usus dan kita juga," jelas profesor ilmu gizi dari Departemen Ilmu Makanan dan Nutrisi Manusia University of Illinois Hannah Holscher.

Holscher mengatakan, orang-orang juga perlu mempertimbangkan pola makan yang baik untuk usus dalam keseharian. Pola makan seperti ini sama pentingnya dengan pola makan yang baik untuk jantung atau kesehatan secara umum.

Di sisi lain, Holscher juga menilai alpukat sebagai makanan yang kaya akan sumber energi. Selain itu, alpukat juga memiliki kandungan nutrisi yang padat. Alpukat pun mengandung beragam mikronutrisi yang umumnya tidak dikonsumsi dalam jumlah mencukupi, seperti kalium dan serat.

"Ini merupakan buah yang kaya akan nutrisi, yang mengandung beragam nutrisi penting untuk kesehatan. Temuan kami menunjukkan bahwa kita bisa menambah kesehatan usus ke dalam daftar manfaat (dari alpukat)," kata Holscher.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA