Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Sempat Trending Diboikot, Begini Sejarah Berdirinya Ekspedisi JNE

Kamis 17 Dec 2020 10:33 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Sempat Trending Diboikot, Begini Sejarah Berdirinya Ekspedisi JNE. (FOTO: JNE)

Sempat Trending Diboikot, Begini Sejarah Berdirinya Ekspedisi JNE. (FOTO: JNE)

Sempat Trending Diboikot, Begini Sejarah Berdirinya Ekspedisi JNE

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta --- Beberapa waktu lalu tagar boikot JNE sempat ramai di platform Twitter. Beberapa pihak mengatakan bahwa PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) ini disebut mendukung juru bicara Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Haikal Hassan.

Namun, hal tersebut sudah dibantah oleh JNE dan mengaku bahwa pihaknya netral dalam hal apapun. Memang, JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan memberi, menyantuni dan menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu, dan kaum dhuafa lainnya.

JNE merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang berkantor pusat di Jakarta. Nama resmi awalnya adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir yang didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno.

Baca Juga: Viral Boikot JNE, Hotman Paris Langsung Pasang Badan

JNE hadir sebagai divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TIKI) untuk mengurusi jaringan kurir internasional. Meski hanya diawali dengan delapan orang dan kapital Rp100 juta, JNE memulai bisnisnya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.

Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong. Berkat itu, JNE kesempatan untuk mengembangkan wilayah sampai ke seluruh dunia.

Setelah itu, JNE pun memutuskan memperluas jaringan domestik karena persaingan pasar domestik yang mumpuni. Berkat jaringan domestiknya, TIKI dan namanya, JNE, hal itu membawa keuntungan persaingan bagi JNE di pasar domestik untuk memperluas pelayanan logistik dan distribusi.

TIKI dan JNE pun berkembang menjadi perusahaan yang memiliki arah masing-masing sehingga menjadi saingan. Hingga akhirnya, JNE menjadi perusahaan terpisah dengan TIKI dan membuat manajemen sendiri hingga pembuatan logo yang berbeda dengan TIKI.

Kini, JNE menjadi jaringan pelayanan logistik dan distribusi terbesar di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2002, JNE membeli gedung dan mendirikan JNE Operations Sorting Center.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA