Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Vaksin Covid-19 Diklaim Tawarkan Perlindungan Hingga 3 Tahun

Kamis 17 Dec 2020 07:42 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19 Pfizer. Ketika langkah pencegahan penyakit dilakukan, proteksi terhadap ancaman Covid-19 bisa berlangsung cukup lama.

Vaksin Covid-19 Pfizer. Ketika langkah pencegahan penyakit dilakukan, proteksi terhadap ancaman Covid-19 bisa berlangsung cukup lama.

Foto: AP/Jacquelyn Martin/AP POOL
Pejabat Operation Warp Speed sebut vaksin Covid-19 tawarkan perlindungan cukup lama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kepala Program Vaksin Covid-19 AS, Dr Moncef Slaoui, menyampaikan bahwa suntikan vaksin yang telah disetujui, bisa menawarkan perlindungan Covid-19 lebih lama, bahkan hingga tiga tahun. Pernyataan itu ia ungkapkan menyusul persetujuan vaksin belum lama ini untuk penggunaan darurat.

"Harapan saya, pencegahan penyakit dengan vaksin ini akan berlangsung cukup lama, mungkin pencegahan infeksi ke tingkat yang kita lihat, mungkin lebih pendek, mungkin tiga, empat, enam bulan," kata kepala penasihat medis untuk Operation Warp Speed itu kepada Andrea Mitchell dari MSNBC, dikutip dari Fox News, Rabu (16/12).

Slaoui menyatakan, ketika pencegahan penyakit dilakukan, proteksi bisa berlangsung cukup lama. Bahkan, dalam pandangannya, bisa bertahan mulai dari satu hingga tiga tahun.

Meski demikian, tinjauan dari komite Food and Drug Administration (FDA) AS terhadap vaksin Pfizer dan Moderna nyatanya belum dijelaskan lebih lanjut mengenai dampak vaksin pada penularan Covid-19 atau SARS-CoV-2. Alasannya, data yang disebut masih terbatas.

Lebih lanjut, FDA juga mencatat bahwa data yang tersedia untuk vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 pada ibu hamil tidak cukup untuk menginformasikan bagaimana risiko dalam kehamilan. Hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak di bawah 16 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Slaoui mengatakan, pihaknya jelas mengetahui ada manfaat yang diharapkan pada imunisasi ibu hamil. Dia mengaku, harapannya memang seperti itu, meski ia tak menampik masih harus mempelajarinya kembali sebelum diberi label dan keperluan dokumentasi.

Berdasarkan pemaparan pihaknya, Johnson & Johnson selaku pengembang vaksin Covid-19 masih melakukan proyeksi pembacaan data kemanjuran pada awal Januari. “Kami mengharapkan pengajuan, jika semuanya berjalan sesuai rencana, dan jika vaksin itu manjur, persetujuan akan ada pada Februari, oleh otoritas FDA,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA