Kamis 17 Dec 2020 05:47 WIB

Sulut Catat Rekor Tertinggi Covid-19 Sejak Awal Pandemi

Satgas Sulut tengah menunggu laporan penyelidikan epidemiologi kasus Covid-19.

Seorang anggota Polisi mengikuti tes cepat di Polda Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/11/2020). Sebanyak 770 Personel pengamanan Pilkada Polda Sulawesi Utara yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjalani tes cepat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Foto: ADWIT B PRAMONO/ANTARA
Seorang anggota Polisi mengikuti tes cepat di Polda Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/11/2020). Sebanyak 770 Personel pengamanan Pilkada Polda Sulawesi Utara yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjalani tes cepat sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat rekor tertinggi penularan Covid-19 sejak kasus pertama diumumkan pada 14 Maret 2020 lalu. Catatan buruk itu terjadi pada Rabu (16/12) setelah Sulut mendapat tambahan 173 kasus baru.

"Ini merupakan rekor tertinggi pertambahan kasus baru harian di Sulut sejak dimulainya pandemi Covid-19 di wilayah ini," sebut Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, di Manado, Rabu.

Beberapa daerah seperti Minahasa Tenggara dan Bolaang Mongondow Timur melaporkan sejumlah kasus yang terjadi pada tenaga kesehatan yang bekerja di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas. Hal ini, menurut dia, mengindikasikan terjadinya transmisi aktif di masyarakat.

"Kemungkinan besar pengunjung Puskesmas yang datang untuk berobat adalah mereka yang memiliki SARS- CoV-2 di dalam tubuh mereka yang kemudian menjangkiti petugas yang ada di Puskesmas," ujarnya.

Karenanya, menurut dr Steaven, diperlukan upaya peningkatan surveilans aktif berupa Surveilans Influenza Like Illnesses (ILI). Setiap pengunjung Puskesmas dengan gejala menyerupai flu dilakukan skrining aktif berupa pengambilan swab.

Menurut dia, kontribusi yang cukup besar juga datangnya dari suspek yang sedang di rawat di rumah-rumah sakit. Sementara untuk dugaan adanya peningkatan kasus akibat tahapan Pilkada, maka Satgas Provinsi Sulawesi Utara sedang menunggu laporan Penyelidikan Epidemiologi (PE) kasus-kasus yang terkonfirmasi, katanya.

"Analisis lebih lanjut akan dilakukan ketika laporan PE ini telah terkumpul lengkap," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement