Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Direktur Olahraga Ducati Akui Berat Melepas Dovizioso

Kamis 17 Dec 2020 00:25 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso.

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso.

Foto: EPA-EFE/Alejandro Garcia
Dovizioso pembalap terbaik kedua setelah Stoner yang pernah memperkuat Ducati.

REPUBLIKA.CO.ID, BOLOGNA -- Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, mengaku, cukup berat buat pabrikan asal Italia itu untuk melepas pembalap asal Italia, Andrea Dovizioso. Ciabatti pun menyebut, dari segi raihan prestasi, Dovizioso merupakan pembalap terbaik kedua, setelah Casey Stoner, yang pernah memperkuat tim Ducati di arena MotoGP.

Dovizioso mengakhiri kontraknya bersama tim Ducati Desmosedici seiring dengan berakhirnya musim MotoGP 2020. Keputusan pembalap berusia 34 tahun itu pun sekaligus mengakhiri kerja sama antara dirinya dengan tim pabrikan asal Italia tersebut, yang telah terjalin selama delapan tahun.

Sejak bergabung bersama Ducati pada 2013, eks pembalap Repsol Honda itu tercatat 14 kali menjuarai seri MotoGP dan menjadi pesaing terberat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, dalam perburuan gelar juara MotoGP selama tiga musim beruntun, dari 2017 hingga 2019.

Menyebut Dovizioso sebagai pembalap terlama yang memperkuat Ducati, Ciabatti pun menyesalkan berakhirnya kerja sama antara Ducati dengan Dovizioso. Tidak hanya itu, Ciabatti bahkan menyebut, setelah Casey Stoner, yang berhasil menjadi juara MotoGP bersama Ducati pada 2007, Dovizioso merupakan salah satu pembalap terbaik yang pernah memperkuat tim Ducati.

Pada musim balapan 2020, Dovizioso menuntaskan ajang balap motor paling bergengsi sejagat itu di peringkat keempat klasemen akhir pembalap.

''Tentu saja, torehan 14 kemenangan Grand Prix dan berada di urutan kedua selama tiga tahun beruntun adalah prestasi luar biasa. Selalu menyedihkan saat sebuah kerja sama apik harus berakhir. Andrea telah menjadi pembalap terbaik tim ini, setelah Casey Stoner, dalam urusan raihan kemenangan Grand Prix,''  ujar Ciabatti seperti dilansir Crash, Rabu (16/12).

Kendati begitu, Ciabatti menegaskan, Ducati siap melangkah dan membuka lembaran baru dengan tanpa kehadiran Dovizioso. ''Tentu ada alasan dari kedua belah pihak, kenapa kerja sama ini harus berakhir. Namun, setelah delapan tahun, mungkin kami harus membuka lembaran baru dan mencoba hal baru dengan energi yang baru untuk menyongsong musim depan,'' jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA