Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

DK PBB Setuju Tunjuk Utusan Baru Buat Libya

Rabu 16 Dec 2020 19:03 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pusat penahanan migran di Tajoura, di timur Tripoli, Libya hancur karena serangan udara.

Pusat penahanan migran di Tajoura, di timur Tripoli, Libya hancur karena serangan udara.

Foto: AP Photo/Hazem Ahmed
Mladenov akan menggantikan Ghassan Salame yang mundur karena stres.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan PBB pada Selasa menyetujui proposal Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk menunjuk Nickolay Mladenov dari Bulgaria sebagai utusan khusus PBB untuk Libya dan Tor Wennesland dari Norwegia sebagai utusan PBB untuk Timur Tengah.

Mladenov akan menggantikan Ghassan Salame, yang mengundurkan diri sebagai utusan Libya PBB pada Maret karena stres. Sementara Wennesland menggantikan Mladenov, yang telah menghabiskan lima tahun terakhir sebagai mediator PBB antara Israel dan Palestina.

Penunjukan itu mengakhiri pertikaian selama berbulan-bulan di antara anggota dewan yang dipicu oleh dorongan AS untuk membagi peran Libya, dengan satu orang menjalankan misi politik PBB dan satu lagi fokus pada mediasi konflik. Dewan Keamanan menyetujui proposal itu pada September, tetapi Rusia dan China abstain.

Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah penggulingan pemimpin Muammar Qadafi yang didukung NATO pada 2011. Pada Oktober, dua pihak utama dalam perang negara itu - Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional dan Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di timur Khalifa Haftar menyetujui gencatan senjata.

"Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi pentingnya Mekanisme Pemantauan Gencatan Senjata Libya yang kredibel dan efektif dan menantikan laporan komprehensif oleh Sekretaris Jenderal tentang proposal pemantauan gencatan senjata yang efektif di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar 15 anggota badan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Wennesland saat ini adalah utusan khusus Norwegia untuk proses perdamaian Timur Tengah. Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

sumber : Reuters/antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA