Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Amerika Laporkan 1,6 Juta Anak Tertular Covid-19

Rabu 16 Dec 2020 11:38 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.

Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.

Foto: AP/Jacquelyn Martin/AP Pool
Jumlah anak terinfeksi covid-19 mencapai 12,2 persen dari total kasus nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hampir 1.640.000 anak di Amerika Serikat didiagnosis terinfeksi Covid-19 sejak dimulainya pandemi. Jumlah ini mewakili 12,2 persen dari beban kasus secara nasional.

Menurut laporan bersama dari American Academy of Paediatrics (AAP) dan Children's Hospital Association, total 178.823 kasus Covid-19 anak dilaporkan selama sepekan terakhir dari 3 hingga 10 Desember. Jumlah ini merupakan  peningkatan mingguan tertinggi sejak pandemi dimulai.

Terdapat peningkatan 23 persen pada kasus Covid-19 anak selama dua pekan dari 26 November hingga 10 Desember. Tingkat keseluruhan adalah 2.179 kasus per 100 ribu anak dalam populasi. Walau demikian anak-anak hanya menyumbang 1,2 persen hingga 2,9 persen dari total rawat inap yang dilaporkan, dan 0 persen hingga 0,21 persen dari semua kematian akibat Covid-19.

Dari 49 negara bagian, 11 diantaranya melaporkan lebih dari 50 ribu kasus anak. Sebanyak 13 negara bagian mengatakan setidaknya 15 persen dari kasus mereka adalah anak-anak. Sedangkan 10 negara bagian melaporkan lebih dari 3.500 kasus per 100.000 anak.

"Saat ini, tampaknya penyakit parah akibat Covid-19 jarang terjadi pada anak-anak. Namun, ada kebutuhan mendesak untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang dampak jangka panjang pandemi pada anak-anak, termasuk cara virus dapat membahayakan jangka panjang. Kesehatan fisik jangka pendek dari anak-anak yang terinfeksi, serta efek kesehatan emosional dan mentalnya," tulis laporan bersama itu dilansir dari kantor berita Bernama pada Rabu (16/11).

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden AAP Sally Goza mendesak para pembuat vaksin memasukkan anak-anak dalam uji coba mereka karena aman untuk melakukannya. Tujuannya memastikan bahwa anak-anak dari segala usia dan populasi yang beragam dapat kembali dengan selamat ke sekolah pada musim gugur.

"Berapa lama (Covid-19) itu akan bergantung pada bagaimana orang Amerika mempraktikkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang telah terbukti mengurangi penyebaran virus: jarak sosial, memakai masker, menghindari keramaian, cuci tangan, dan mendapatkan vaksin saat itu. menjadi tersedia," ujar Goza.

Diketahui, AS pada Senin kemarin memulai peluncuran vaksin Covid-19 secara nasional. Negara tersebut sejauh ini telah mencatatkan lebih dari 16,7 juta kasus dengan lebih dari 303.000 kematian, menurut perhitungan Universitas Johns Hopkins.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA