Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Wall Street Menguat Dipicu Harapan Stimulus

Rabu 16 Dec 2020 07:42 WIB

Red: Friska Yolandha

Wall Street (ilustrasi)

Wall Street (ilustrasi)

Foto: VOA
Nasdaq meningkat 155,02 poin, melampaui rekor penutupan tertinggi sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wall Street menunjukkan tanda-tanda reli Santa pada akhir perdagangan Selasa (15/12), dengan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi. Penguatan Wall Street dibantu oleh optimisme tentang potensi stimulus pemerintah untuk melindungi ekonomi dari pandemi virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 337,76 poin atau 1,13 persen menjadi berakhir di 30.199,31 poin. Indeks S&P 500 bertambah 47,13 poin atau 1,29 persen menjadi ditutup di 3.694,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 155,02 poin atau 1,25 persen menjadi 12.595,06 poin, melampaui rekor penutupan tertinggi sebelumnya 8 Desember.

Baca Juga

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi. Sektor utilitas dan energi keduanya naik lebih dari 1,9 persen, memimpin kenaikan sektoral.

Apple Inc adalah pendorong teratas untuk ketiga indeks acuan AS, melonjak 5,0 persen ke level tertinggi sejak September setelah sebuah laporan mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan produksi iPhone sebesar 30 persen pada paruh pertama 2021. 

Didukung oleh Apple, indeks sektor teknologi S&P 500 menguat 1,6 persen. Sektor ini telah mengungguli pasar yang lebih luas selama pandemi dan naik lebih dari 35 persen sepanjang tahun ini, saat investor melihatnya sebagai lebih tahan terhadap gangguan terkait virus.

"Pasar beralih ke teknologi ketika takut ekonomi akan terhenti karena peningkatan infeksi dan penutupan," kata Christopher Grisanti, kepala strategi ekuitas di MAI Capital Management.

Sementara itu, indeks Russell 2000 dari perusahaan-perusahaan lebih kecil melonjak sekitar 2,4 persen ke rekor tertinggi. Itu merupakan hari terkuat sejak 24 November untuk S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average.

Beberapa investor memandang lonjakan infeksi dan kematian akibat virus corona baru-baru ini, bersama dengan laporan ketenagakerjaan November yang suram, sebagai dorongan untuk kesepakatan cepat pada RUU stimulus Covid-19, dengan sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi seperti consumer discretionary dan material memimpin kenaikan. Indeks utilitas S&P 500 naik hampir 2 persen dan mencatatkan kenaikan terkuat satu hari sejak awal November.

The Fed juga diperkirakan akan memberi sinyal suku bunga rendah untuk masa mendatang dalam pertemuan dua hari mulai Selasa. Peluncuran vaksin virus corona baru-baru ini diharapkan dapat meningkatkan prospek bank sentral 2021.

Peningkatan likuiditas dan suku bunga pinjaman yang sangat rendah telah mengirim investor berbondong-bondong ke saham selama pandemi Covid-19, sementara optimisme baru-baru ini atas vaksin mendorong S&P 500 ke serangkaian rekor tertinggi minggu lalu.

Saham Moderna Inc anjlok 5,0 persen, bahkan setelah anggota staf Badan Pengawas Obat dan Makanan AS tidak menyampaikan kekhawatiran baru apa pun atas data tentang vaksin Covid-19 pembuat obat itu. Sebuah laporan mengatakan vaksin akan mendapatkan persetujuan penggunaan darurat pada Jumat (18/12).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA