Selasa 15 Dec 2020 09:27 WIB

MUI Berterima Kasih Kepada Menlu Bersikap Tegas Soal Israel

INdonesia bersikap menolak tegas pembukaan hubungan diplomatok dengan Israel

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (ilustrasi)
Foto: Republika/Fergi Nadira
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Soal wacana pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel berkembang belakangan ini. Maka seperti ditegaskan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas pun bersikap dengan menyampaikan pernyataan ke pihak Menter Luar Negeri Indonesia.

Dalam soal tersebut Buya Anwar kemudian menyatakan berterima kasih kepada Menlu yang bersikap tegas bahwa tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. "Ini sebagai sikap bahwa konstitusi Indonesia adalah anti penjajahan,'' kata Anwar Abbas, Selasa (15/12), kepada Republika.

Buya Anwar kemudian mengirimkan pernyataan sikap yang disampaikan Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, selaku Ketua Bidang Luar Negeri MUI Periode 2020-2025.

Selengkapnya pernyataan tersebut yang dikirimkan Buya Anwar Abbas demikian:

----------

MUI DAN ISU PEMBUKAAN HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAEL.

MUI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kemenlu khususnya kepada ibu Menlu yang telah bersikap tegas, jelas dan konsisten dalam  menjalankan politik luar negeri Indonesia yang sejak awal anti penjajahan.

Bagi MUI, adalah hak setiap negara di dunia ini  mengakui dan membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Akan tetapi,  tapi Indonesia haruslah tetap konsisten dan konsekuen dengan identitasnya sebagai  bangsa yang menentang dan anti penjajahan.

Kita meyakini sepenuhnya bahwa penjajahan itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Oleh karena itu,  jika penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap tanah air dan rakyat Palestina dibiarkan,  maka  persaudaraan dan perdamaian internasional jelas tidak akan bisa tercapai. Masyarakat dunia harus tahu bahwa keyakinan serta pandangan tegas bangsa indonesia tentang penolakan terhadap imperialisme manapun sudah menjadi salah satu prinsip pokok dari politik luar negeri Republik Indonesia sejak kita merdeka.

Oleh karena itu, sebsgai Sodiqul Hukumah (mitra pemerintah) MUI tetap mengingatkan pemerintah dan bangsa Indonesia agar jangan sampai karena pertimbangan-pertimbangan ekonomi, misalnya,  kita sebagai bangsa  mengorbankan apa yang telah menjadi sikap dan kepribadian serta keyakinan kita selama ini. 

Semua upaya kerjasama termasuk kerjasama bidang ekonomi dengan Israel harus ditolak. Semua orang sudah tahu bahwa Israel adalah negara penjajah dan telah menjajah tanah air dan rakyat Palestina dalam waktu yang lama. 

Untuk itu MUI meminta kepada pemerintah khususnya kepada Kemenlu dan menlunya untuk terus berjuang di pentas dunia  bagi kemerdekaan rakyat palestina. MUI akan senantiasa memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya melawan imperialisme Israel.

Untuk itu terkait dengan isu-isu yang berkembang akhir-akhir ini  MUI tentu saja  menyampaikan ucapan terima kasih karena apa yang telah meresahkan masyarakat luas akhir-akhir ini tentang hubungan indonesia dengan israel sudah terjawab dengan adanya  penjelasan dan ketegasan sikap dari kemenlu dan ibu menlunya.

Terima kasih.

Dr. Sudarnoto Abdul Hakim

Ketua Bidang Luar Negeri MUI Periode 2020-2025.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement