Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Bagaimana Strategi Pengelolaan SDM Bank Syariah Indonesia?

Selasa 15 Dec 2020 09:22 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

Direksi BRI Syariah.

Direksi BRI Syariah.

Foto: BRI Syariah
BRI Syariah akan menggelar RUPSLB untuk menentukan direksi dan dewan syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT BRI Syariah Tbk akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, Selasa (15/12). Terdapat sedikitnya lima mata acara, termasuk persetujuan atas susunan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah Bank Hasil Penggabungan.

Menurut undangan Pemanggilan RUPSLB, mata agenda lain di antaranya persetujuan atas penggabungan yang akan dilakukan, persetujuan atas Rancangan Penggabungan, Persetujuan atas konsep Akta Penggabungan, persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Susunan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah tersebut berlaku efektif sejak efektifnya Penggabungan dan diterimanya hasil penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK atas nama masing-masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris, dan hasil wawancara atas masing-masing anggota Dewan Pengawas Syariah.

Sebelumnya, dalam ringkasan merger disebutkan bank hasil penggabungan yang bernama Bank Syariah Indonesia akan memiliki 10 direksi. BSI akan memiliki Presiden Direktur dan dua Wakil Presiden Direktur, tujuh Direktur, dan enam SEVP.

Ketua Project Management Office Merger Bank Syariah yang juga Direktur Utama Bank Mandiri Syariah, Hery Gunardi menyebutkan BSI akan memiliki strategi pengelolaan karyawan yang alami tanpa pemutusan hubungan kerja. Ia menjaminnya karena perusahaan tidak melakukan rasionalisasi atau penutupan kantor cabang.

"Beda dengan Bank Mandiri waktu itu yang rasionalisasi cabang ada yang ditutup, sekarang BSI tidak ada (rasionalisasi) karena memang potensinya masih besar," katanya, Senin (15/12).

Namun kemungkinan akan ada mutasi atau distribusi Sumber Daya Manusia karena cabang yang direlokasi ke tempat-tempat belum terjamah. Menurutnya, pengurangan akan terjadi secara alami karena berakhirnya masa kerja karyawan atau pensiun.

Jumlah karyawan BSI setelah penggabungan akan berjumlah sekitar 20 ribu orang. Bank akan melakukan peningkatan profesional kerja dan menjamin pelayanan maksimal bagi para nasabah.

Herry mengatakan cukup banyak karyawan senior yang akan pensiun. Bank kemudian tidak akan melakukan rekrutmen kembali sampai terjadi efisiensi kinerja. Dalam pengembangan SDM, BSI akan memiliki sejumlah jabatan atau profesi baru yang sebelumnya tidak ada.

"Bank ini jadi organisasi yang lebih dinamis, dan fungsinya melebar, contoh, dulu tidak ada investor relation, chief economist, wholesale, global," katanya. 

Jabatan baru ini dipastikan akan mencari talenta dari internal. Herry juga mengatakan bank akan meningkatkan pengelolaan keuangan, salah satunya dengan memiliki Direksi Managemen Risiko. Ia mengakui bank syariah masih tertinggal dalam hal ini sehingga perlu peningkatan.

Berikut susunan organisasi dari Bank Syariah Indonesia:

• President Director

• Vice President Director

• Vice President Director

• Director Wholesales & Transaction Banking

• Director Ritel Banking

• Director Sales & Distribution

• Director Information Technology & Operations

• Director Risk Management

• Director Compliance & Human Capital

• Director Finance & Strategy

• Enam (6) SEVP :Consumer Business, Operations, Wholesale Risk, Human Capital, Treasury, Internal Audit

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA